Pembangunan Dan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana Di Barito Selatan Dimulai Total 32 Unit Digarap Tahun 2025

NKRI NEWS 45 /// Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Barito Selatan terus bergerak cepat dalam penanganan rumah korban bencana serta perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Kepala Dinas Perkimtan Barito Selatan, Bennie S. Mahar, ST., MM., MT., mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya pada Selasa, 22 Juli 2025.

Dalam penjelasannya, Bennie menyebutkan bahwa terdapat dua lokasi pembangunan baru bagi rumah korban bencana. “Lokasi pertama berada di Hilir Seper Kecamatan Dusun Selatan dengan jumlah 1 unit, dan lokasi kedua berada di Buntok Seberang dengan jumlah 8 unit. Jadi total ada 9 unit rumah baru yang kita bangun sebagai dampak relokasi akibat abrasi,” ujarnya.

Selain pembangunan rumah baru, Dinas Perkimtan juga menangani peningkatan kualitas rumah tidak layak huni. Bennie menuturkan, “Untuk rehab rumah, ada empat lokasi. Di Ilir Seper ada 2 unit, Muara Ripung 7 unit, Murung Paken 10 unit, dan Bangkuang Kecamatan Karau Kuala 4 unit. Total keseluruhan ada 23 unit rumah yang direhabilitasi.”

Dengan demikian, total rumah yang menjadi fokus penanganan Dinas Perkimtan pada tahun 2025 mencapai 32 unit. “Untuk RTH atau rumah yang direhab ada 23 unit, sedangkan yang dibangun baru ada 9 unit. Semuanya sedang dalam proses pengerjaan,” kata Bennie.

Bennie menjelaskan bahwa beberapa proses sempat tertunda karena adanya keterlambatan terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati untuk satu lokasi. “Tapi intinya, Pak Bupati sudah menyetujui lokasi pembangunan rumah baru di Muara Ripung. Semua sudah berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Pihak Dinas Perkimtan juga menjalin kerja sama dengan Kodim 1012 Buntok dalam pelaksanaan program ini. “Untuk 23 unit rumah rehab, kami bekerja sama dengan pihak Kodim dalam hal pelaksanaan dan pengawasan. Program Kodim juga mendukung masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni,” ujar Bennie.

Bennie mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Kodim bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Kodim 1012 Buntok telah membangun 35 unit rumah, dengan 30 unit di antaranya sudah selesai diukur dan 5 unit lainnya sudah dibangun. “Pendanaannya juga sudah rampung, dan Kodim siap kembali membantu pembangunan 32 unit yang menjadi program tahun ini,” jelasnya.

Dari sisi logistik, Dinas Perkimtan telah melakukan mobilisasi material ke lapangan. “Semua penerima bantuan rumah sudah kami siapkan materialnya. Hari ini juga kami mulai memproses pencairan dana dan pembukaan rekening untuk masing-masing penerima bantuan bekerja sama dengan BPD Kalteng,” kata Bennie.

Ia menambahkan bahwa pencairan dana diharapkan segera masuk ke rekening penerima dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan dana bantuan sudah masuk. Namun, tugas kami tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan program penyediaan perumahan berjalan tepat sasaran,” tegas Bennie.

Bennie juga menekankan bahwa Dinas Perkimtan akan terus mengawal proses pembangunan hingga selesai. “Kami ingin memastikan semua rumah yang dibangun maupun direhab memiliki kualitas yang baik dan dapat segera ditempati oleh warga yang membutuhkan,” ucapnya.

Program pembangunan dan rehabilitasi rumah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana. Selain itu, program ini juga bertujuan mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga kurang mampu di Barito Selatan.

Dengan adanya kerja sama lintas sektor, termasuk keterlibatan Kodim dan BPD Kalteng, Dinas Perkimtan optimistis bahwa program tahun 2025 ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(AR)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed