Parik Malintang, 6 September 2025 | Di balik sorotan prestasi internasional yang kini disandang Azral Mardin, tersimpan kisah sederhana penuh inspirasi. Atlet horseback archery asal Padang Pariaman itu bukan lahir dari fasilitas mewah atau latihan modern. Sebaliknya, ia tumbuh dengan segala keterbatasan, tapi mampu membuktikan bahwa mimpi anak nagari bisa melesat hingga ke panggung dunia.
Berawal dari Lapangan Sederhana
Sejak kecil, Azral dekat dengan kuda. Tradisi pacu kudo yang mengakar di Minangkabau menjadi titik awal perkenalannya dengan dunia berkuda. Namun, ketika panahan ditambahkan ke dalam tradisi itu, lahirlah tantangan baru yang justru membuatnya jatuh cinta: horseback archery.
Lapangan latihannya dulu bukan arena internasional dengan fasilitas lengkap, melainkan tanah lapang di nagari yang penuh keterbatasan. Busur panahnya pun tidak selalu baru, kadang hasil modifikasi sederhana. Namun, semangatnya tak pernah kendor.
“Saya jatuh bangun saat awal belajar. Kadang jatuh dari kuda, kadang panah meleset jauh. Tapi saya selalu percaya, setiap jatuh berarti satu langkah lebih dekat ke keberhasilan,” cerita Azral.
Keluarga dan Komunitas, Sumber Kekuatan
Di balik perjuangan Azral ada keluarga yang tak pernah lelah mendukung. Orang tua, saudara, hingga sahabat di komunitas pacu kudo bahu-membahu membantu agar ia bisa terus berlatih. Ada yang menyediakan kuda, ada yang menemaninya latihan, bahkan ada yang ikut urunan untuk membiayai keberangkatan saat ikut kejuaraan di luar daerah.
Kebersamaan inilah yang membentuk mental Azral: sederhana, rendah hati, tapi penuh daya juang. “Saya tidak pernah sendiri. Di belakang saya ada doa orang tua, sahabat, dan masyarakat Padang Pariaman. Itu yang membuat saya kuat,” katanya.
Menembus Dunia dari Tanah Minang
Ketekunan itu berbuah hasil. Dari satu kejuaraan nasional ke kejuaraan lainnya, nama Azral makin diperhitungkan. Puncaknya, ia berhasil menembus lima besar Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2025 di Tiongkok, sebuah pencapaian yang akhirnya meloloskannya ke IHAA World Championship 2025 di Tennessee, Amerika Serikat.
Keberhasilan ini semakin istimewa karena Presiden Republik Indonesia secara langsung melepas keberangkatan Azral bersama tim Indonesia. “Saya merasa terhormat dilepas Presiden. Itu bukan hanya penghargaan untuk saya, tapi juga untuk seluruh anak muda daerah. Artinya kita bisa, asal berani bermimpi dan berjuang,” ungkapnya.
Simbol Harapan dari Padang Pariaman
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut keberhasilan Azral sebagai simbol harapan. “Azral membuktikan bahwa anak muda Padang Pariaman bisa bersaing di level dunia. Kisahnya harus jadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Parpora Padang Pariaman, Muhammad Fadhly. Menurutnya, partisipasi Azral bukan sekadar olahraga, tetapi juga diplomasi budaya. “Horseback archery adalah warisan tradisi yang kini bisa dikenal dunia. Lewat Azral, Padang Pariaman ikut hadir di panggung internasional,” katanya.
Lebih dari Sekadar Medali
Azral akan berlaga di nomor Tower 110, Raid 235, dan Hunt Track, bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari 19 negara. Namun, ia tak ingin sekadar mengejar medali. “Saya ingin memperkenalkan bahwa Indonesia punya tradisi panahan berkuda yang kuat. Saya ingin orang luar negeri mengenal Minangkabau lewat olahraga ini,” ucapnya.
Inspirasi untuk Anak Muda Indonesia
Bagi banyak anak muda, kisah Azral adalah pengingat bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat kecil. Bahwa dari nagari sederhana, lahir seorang anak yang kini berdiri sejajar dengan atlet dunia.
“Jangan takut bermimpi. Kalau saya bisa berdiri di sini, anak muda lain pun pasti bisa. Kuncinya berjuang, berdoa, dan jangan pernah menyerah,” pesan Azral.
Kini, doa dan harapan seluruh masyarakat Indonesia menyertai langkahnya di Tennessee. Apapun hasilnya nanti, perjalanan Azral Mardin sudah menjadi inspirasi: dari tanah nagari ke panggung dunia, keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan pijakan menuju prestasi.
Wyndoee




















