*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Tapanuli Selatan)*.
“Sekolah bukan sekadar bangunan tempat belajar, melainkan ruang harapan tempat masa depan bangsa ditempa. Ketika bencana merusak ruang-ruang pendidikan, yang terancam bukan hanya dinding dan lantai, tetapi juga mimpi dan semangat para pelajar.” Menyadari hal tersebut, Korps Marinir TNI Angkatan Laut hadir untuk memastikan bahwa harapan itu tidak ikut runtuh bersama lumpur dan puing-puing pasca bencana.
Sebagai bagian dari Satgas Rehabilitasi Pascabencana Alam, Prajurit Petarung Korps Marinir pada Selasa, (23/12/2025), melaksanakan kegiatan land cleaning dan perbaikan lingkungan sekolah di SMKN 1 Batang Toru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini melibatkan 310 personel Zeni Marinir yang dipimpin oleh DPP Danyonzeni 1 Marinir Letkol Marinir Zainal, dengan fokus membersihkan sisa lumpur, material banjir, serta memperbaiki sarana pendukung sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan respons atas dampak banjir bandang yang melanda wilayah Batang Toru dan sekitarnya pada akhir November 2025, yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada fasilitas umum, termasuk sarana pendidikan. Kehadiran Satgas Marinir tidak hanya mempercepat pemulihan fisik sekolah, tetapi juga memberikan semangat dan rasa aman bagi para guru, siswa, serta masyarakat bahwa negara hadir di tengah kesulitan mereka.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M. M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. menegaskan bahwa menjaga keberlangsungan pendidikan pascabencana merupakan bagian dari tanggung jawab moral prajurit Marinir. Ia menekankan agar setiap prajurit senantiasa hadir dengan hati, bekerja dengan ketulusan, dan mengutamakan kepentingan rakyat, karena dari ruang-ruang kelas yang kembali berdiri itulah masa depan bangsa akan dilanjutkan




















