Kekuatan Korps Brimob Polri bermula dari kualitas kepemimpinan para perwiranya. Dalam upaya memperkuat soliditas, disiplin, dan kesiapsiagaan satuan, Wakil Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, memberikan arahan langsung kepada perwira jajaran Korps Brimob Polri, yang digelar di Gedung Satya Haprabu, Mako Korbrimob, Kelapadua, Depok, Jawa Barat. Rabu (21/1/2026).
Turut hadir dalam arahan tersebut Teknisi KBRN Utama TK. I Korbrimob Polri Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J., Danpas Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi, Teknisi KBRN Utama Tk. II Brigjen Pol. Pradah Pinunjul, Teknisi Jibom Utama Tk. II Brigjen Pol. Agustri Heriyanto, Teknisi KBRN Utama Tk. II Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, para PJU Korbrimob Polri, serta diikuti seluruh Pamen dan Pama Jajaran Korbrimob Polri.
Dalam arahannya, Wadankorbrimob menyampaikan bahwa Korps Brimob Polri merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Setiap perwira, baik yang berada dalam jabatan struktural, fungsional, maupun staf, memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta mengemban fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap anggota di bawah kepemimpinannya.
“Tidak ada perwira yang tidak memiliki tugas, seluruh perwira tanpa terkecuali, bertanggung jawab terhadap pembinaan anggota, sekaligus turut menentukan baik buruknya kondisi Korps Brimob Polri secara keseluruhan.” Pernyataan Wadankorbrimob.
Lebih lanjut, Wadankorbrimob menyoroti pentingnya optimalisasi fungsi pengawasan di lingkungan perwira sebagai langkah preventif dalam menekan terjadinya pelanggaran. Beliau menjelaskan bahwa pelanggaran besar sering kali berawal dari pelanggaran kecil yang tidak ditangani secara dini.
“Pengawasan bukan hanya tugas Propam dan Provost, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh perwira. Apabila fungsi pengawasan berjalan dengan baik, maka potensi pelanggaran dapat diminimalisir,” tegas Wadankorbrimob Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Wadankorbrimob Polri juga menginstruksikan para perwira untuk memanfaatkan jam pimpinan sebagai sarana memberikan arahan, pembinaan, dan pemahaman kepada anggota terkait disiplin, kode etik, serta ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan disiplin harus dilakukan secara tegas, profesional, dan sesuai aturan.
“Saya tekankan pentingnya peningkatan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional personel. Korps Brimob Polri harus tampil kuat, tangguh, dan unggul di daerah operasi melalui latihan yang keras, terukur, dan berkelanjutan, tanpa kekerasan ataupun tindakan penganiayaan.” Penekanan Wadankorbrimob.
Wadankorbrimob juga menegaskan nilai kebersamaan dan solidaritas dalam Korps Brimob Polri. Di daerah operasi, seluruh personel, baik tamtama, bintara, maupun perwira, merupakan satu keluarga dan sahabat dalam pertempuran. Selain itu, Beliau menekankan bahwa Polisi Laki-laki (Polki) dan Polisi Wanita (Polwan) memiliki peran yang setara dan dituntut sama-sama profesional serta tangguh di lapangan.
Menutup arahannya, Wadankorbrimob mengingatkan seluruh perwira untuk senantiasa menjaga marwah dan kehormatan sebagai perwira Polri, terus mengembangkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan, serta menjadi pemimpin yang solutif dan mampu membangun hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan.




















