Eskalasi di Bawah Cahaya Malam, Respons Terukur Pasukan Pelopor Jaga Stabilitas

Depok — Jumat, 13 Februari 2026, kepulan asap hitam membumbung di udara senja kawasan Mako Brimob Kelapadua. Suara letupan dan kilatan kembang api menyambar di antara riuh teriakan massa, sementara denting benturan batu menghantam tameng aparat di garis depan.

Situasi yang semula terkendali berubah cepat ketika sebagian massa bertindak agresif. Barikade didorong, benda dibakar di sekitar akses gerbang, dan petasan diarahkan ke barisan petugas. Di bawah cahaya malam yang mulai turun, formasi pengendalian Pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) Brimob tetap berdiri rapat dengan perlengkapan lengkap, suara komando terdengar tegas dan tetap terukur.

Himbauan persuasif disampaikan sebagai langkah awal. Namun ketika eskalasi meningkat, kendaraan taktis AWC bergerak maju memecah konsentrasi massa. Di tengah tekanan tersebut, personel Brimob Pasukan Pelopor tetap menjaga formasi dengan disiplin, memastikan perimeter pengamanan tidak ditembus.

Pantauan drone kemudian mendeteksi pergerakan provokator yang membawa bom molotov. Tim penindak bergerak cepat dan proporsional untuk mencegah situasi semakin meluas. Memasuki malam, tahapan pengendalian dilaksanakan secara bertingkat hingga pelepasan gas air mata sebagai langkah terakhir. Perlahan namun pasti, massa terdorong mundur dan situasi kembali terkendali menjelang tengah malam.

Rangkaian peristiwa tersebut merupakan bagian dari Simulasi Latihan Penanganan Konflik Sosial Pasukan Pelopor Korbrimob Polri Tahun Anggaran 2026 yang dirancang realistis hingga malam hari guna menguji kesiapsiagaan fisik, mental, serta ketepatan pola komando dalam menghadapi eskalasi konflik.

Simulasi dipimpin langsung oleh Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen. Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J., didampingi Danmen I Pasukan Pelopor Kombes Pol. Esty Setyo Nugroho, Danmen II Pasukan Pelopor Kombes Pol. Bambang Yudho Martono, Danmen III Pasukan Pelopor Kombes Pol. Padmo Arianto, Danmen IV Pasukan Pelopor Kombes Pol. Budi Prasetya, dihadiri para Danyon Resimen Pelopor Korbrimob Polri beserta para Anggota yang terlibat dalam simulasi tersebut.

Danpas Pelopor dalam keterangannya menyampaikan bahwa,
“Simulasi penanganan konflik sosial ini bertujuan untuk menguji dan menyempurnakan pola tindak, mekanisme komando, serta efektivitas penggunaan kekuatan secara bertahap sesuai skala ancaman. Seluruh personel kami diarahkan untuk menerapkan langkah persuasif, preventif, dan humanis, sambil tetap mematuhi prosedur dan hukum yang berlaku, bekerja dengan tanggung jawab, disiplin, dan mengedepankan prinsip proporsional serta akuntabel.” Pernyataan Danpas Pelopor.

Lebih lanjut, “Keberhasilan latihan ini juga diukur dari kemampuan membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh personel semakin siap menghadapi dinamika lapangan, mampu membaca situasi dengan cermat, serta mengambil keputusan cepat dan tepat demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.” Lanjutan pernyataan Danpas Pelopor.

Sebelumnya, kegiatan diawali dengan apel simulasi sebagai bentuk pengecekan kesiapan akhir. Dalam latihan ini, seluruh Personel Pasukan Pelopor Korbrimob Polri bergerak terpadu terdiri dari: Resimen I Paspelopor, Resimen II Paspelopor, Resimen III Paspelopor dan Resimen IV Paspelopor.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian reward kepada personel dan satuan berprestasi perlombaan dalam rangka HUT ke-66 Pasukan Pelopor Tahun 2025.

Rekapitulasi Hasil Juara Umum:
Resimen I Pasukan Pelopor — Kategori Juara I: 4
Resimen II Pasukan Pelopor — Kategori Juara I: 2
Resimen III Pasukan Pelopor — Kategori Juara I: 1
Mako Pasukan Pelopor — Kategori Juara I: 1
Resimen IV Pasukan Pelopor — Kategori Juara I: 0

Melalui latihan intens tersebut, Pasukan Pelopor Korbrimob Polri menegaskan komitmennya untuk selalu siap menjaga stabilitas keamanan dalam setiap dinamika situasi.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed