Bhakti Nala Yudha
Jakarta, 9 Maret 2026
Komitmen tegas dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan sumber daya alam kembali dibuktikan oleh TNI Angkatan Laut. Melalui operasi sinergi lintas instansi, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kurang lebih 6,1 ton pasir timah ilegal di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (6/3).
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M., yang didampingi pejabat Mabesal dan Koarmada RI serta pimpinan dari instansi terkait menggelar konferensi pers di Selasar Makodaeral III, Jakarta Utara, pada Senin (9/3).
Pada kesempatan tersebut Dankodaeral menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim gabungan dan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan kolaborasi intelijen yang presisi.
“Ini bukan sekadar penangkapan, tapi bukti nyata sinergi responsif antara TNI AL Kodaeral III, Satintelmar Pusintelal, Satgas Tri Cakti, Bais TNI, Kementerian ESDM, Polres Tanjung Priok, KSOP Tg. Priok, hingga PT. Pelindo. Kita tidak memberikan ruang bagi praktik ilegal yang merugikan negara,” ujar Dankodaeral.
Aksi penyelundupan ini menggunakan modus operandi yang rapi. Pelaku menyembunyikan 122 karung pasir timah di balik tumpukan kardus bekas dalam sebuah truk bernomor polisi BN 8628 PR.
Adapun kronologi penggagalan bermula dari informasi intelijen pada 5 Maret 2026. Tim Gabungan kemudian melakukan pengintaian ketat terhadap KMP Sakura Express yang berlayar dari Bangka Belitung. Saat kapal sandar pada Jumat pagi (6/3), petugas mencurigai truk yang terlihat _overload_ (kelebihan muatan).
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan kurang lebih 50 kilogram pasir timah yang rencananya akan dibawa menuju Cengkareng, Jakarta Barat.
Berdasarkan estimasi harga pasar ekspor global saat ini, total muatan ilegal tersebut ditaksir mencapai nilai fantastis sebesar Rp. 5,2 miliar. Operasi ini tidak hanya menyelamatkan potensi kerugian negara, tetapi juga merupakan implementasi langsung dari Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Langkah tegas ini selaras dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan penegakan hukum maritim di seluruh wilayah yurisdiksi NKRI.
Saat ini, barang bukti dan oknum terkait telah diamankan di Makodaeral III untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan di balik penyelundupan ini.
(Dispen Kodaeral III)




















