NKRINEWS45. COM |
Polda Jateng&Kota Semarang | Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Polda Jawa Tengah memperkuat kesiapan personel melalui Latihan Kesiapan Satuan yang digelar di Gedung Borobudur, Senin (13/4/2026). Bukan sekadar latihan rutin, kegiatan ini menjadi upaya serius untuk memastikan bahwa setiap anggota Polri hadir di tengah masyarakat, khususnya para buruh yang akan menyampaikan aspirasinya, dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan terukur.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 372 peserta dari berbagai fungsi operasional di tingkat Polres jajaran. Mereka terdiri dari para Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, hingga Kasi Humas dan Kasi Propam. Kehadiran lintas fungsi ini menunjukkan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, negosiasi, serta pengendalian diri.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, yang membuka langsung kegiatan tersebut menekankan pentingnya memahami dinamika situasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menyebut, peringatan May Day tahun ini diperkirakan akan diwarnai sejumlah isu strategis, mulai dari ketenagakerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah lainnya.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam aksi unjuk rasa bukan untuk membatasi, melainkan untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan secara aman dan tertib. Kapolda juga menekankan agar seluruh personel mengedepankan pelayanan Professional dan humanis.
“Pastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional sesuai dengan eskalasi yang dihadapi serta layani dengan Humanis ” tegasnya.
Lebih jauh, Kapolda juga mendorong seluruh jajaran untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan melalui proses assessment, guna memastikan tidak ada celah kesalahan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Pendekatan pencegahan juga menjadi perhatian utama, melalui penguatan strategi community policing (Polmas) serta optimalisasi cooling system bersama elemen masyarakat. Sinergi dengan tokoh masyarakat, buruh, pelaku usaha, hingga komunitas lainnya dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Materi dalam pelatihan tersebut dirancang komprehensif, mulai dari penegakan hukum terhadap potensi tindak pidana dalam aksi anarkis, kemampuan negosiasi, teknik pengendalian massa, hingga manajemen media dan pemenuhan hak asasi manusia. Tak hanya itu, terdapat pula pembekalan khusus terkait penanganan aksi yang melibatkan perempuan dan anak, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap personel tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan dan empati dalam menjalankan tugasnya.
“Di tengah dinamika penyampaian aspirasi yang menjadi bagian dari demokrasi, kehadiran Polri yang humanis menjadi harapan bersama. Melalui pelatihan ini, kami memastikan setiap personel mampu bertugas secara profesional dan humanis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Red-Spyd




















