Jakarta Selatan — Dalam momentum Hari Bumi, Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersama influencer lingkungan Arif Kamarudin memimpin aksi bersih ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan. Kegiatan ini merupakan lanjutan kedua dalam program Jaga Jakarta – Jaga Bumi, yang melibatkan sekitar 100 personel Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan, didampingi Danrem 051 dan seluruh jajaran terkait.
Pada kegiatan hari ini, berhasil diangkat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu, serta dilakukan pelepasan 500 bibit ikan ke perairan. Secara kumulatif dari dua kali kegiatan, lebih dari 400 kilogram ikan invasif telah berhasil dikendalikan dan lebih dari 1.000 bibit ikan telah ditebar untuk memperkuat populasi ikan lokal.
Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi hingga lebih dari 70% populasi di suatu perairan. Keberadaannya tidak hanya menekan populasi ikan lokal, tetapi juga merusak struktur dasar perairan dengan mengikis sedimentasi, menyebabkan air keruh, menurunkan kadar oksigen, serta mengganggu siklus reproduksi biota lain.
Sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan, ikan sapu-sapu yang telah diangkat dalam kegiatan ini selanjutnya dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak serta diolah oleh komunitas setempat, sehingga tidak menjadi limbah dan tetap memiliki nilai guna.
Pangdam Jaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang berkelanjutan.
“Momentum Hari Bumi ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin Setu Babakan bukan sekadar objek wisata, tapi ekosistem yang sehat bagi ikan lokal dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Melalui Jaga Jayakarta – Jaga Bumi, kita bergerak bersama, dari aksi kecil yang berdampak besar,” ujar Pangdam.
Kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga ruang hidup bersama. Dampak awal mulai terlihat dari berkurangnya dominasi ikan invasif, meningkatnya peluang hidup ikan lokal, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.




















