Jakarta Timur – Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi tawuran pelajar yang kerap meresahkan dan membahayakan masa depan generasi muda, Polsek Cakung mengambil langkah pembinaan yang edukatif dan humanis terhadap sejumlah pelajar yang terlibat kenakalan remaja hingga viral di wilayah RW 07, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung di halaman Polsek Cakung pada Kamis (25/6/2026) dipimpin oleh Wakapolsek Cakung AKP Sutrisno didampingi Kanit Binmas AKP Slamet Santosa, S.H. Pembinaan diberikan kepada para pelajar SMAN 107 yang sebelumnya diduga terlibat aksi tawuran yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
Alih-alih hanya memberikan sanksi, Polsek Cakung memilih pendekatan pembinaan karakter dan kedisiplinan sebagai upaya membentuk kembali pola pikir para pelajar agar tidak terjerumus lebih jauh ke dalam perilaku negatif. Para siswa diberikan pelatihan dasar kedisiplinan melalui latihan baris-berbaris yang meliputi sikap sempurna, sikap istirahat, penghormatan, gerakan di tempat, hingga tata cara berjalan yang benar.
Pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan menanamkan disiplin, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab, kepemimpinan, serta kesadaran hukum sejak usia dini. Para pelajar diajak memahami bahwa tindakan tawuran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, meresahkan masyarakat, dan menimbulkan korban jiwa.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para siswa diberikan motivasi agar mampu bangkit dari kesalahan dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga. Mereka juga didorong untuk menjadi pelopor perdamaian serta duta anti tawuran di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya.
Kehadiran orang tua dalam kegiatan pembinaan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak. Polsek Cakung mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas putra-putrinya, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam pergaulan yang berpotensi mengarah pada tindak kenakalan remaja maupun pelanggaran hukum.
Kapolsek Cakung KOMPOL Andre Tri Putra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan hanya oleh kepolisian, tetapi memerlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Anak-anak ini adalah aset bangsa yang harus kita selamatkan bersama. Kesalahan yang mereka lakukan harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri, bukan menjadi akhir dari masa depan mereka. Kami mengedepankan pembinaan agar mereka memahami konsekuensi dari perbuatannya dan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab serta bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Kapolsek Cakung.
Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan anak-anak dan remaja di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya, memastikan mereka sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB, serta membangun komunikasi yang baik dalam keluarga. Kepada para pelajar, fokuslah pada pendidikan, raih prestasi, dan jauhi tawuran, narkoba, minuman keras, maupun segala bentuk kenakalan yang dapat merugikan masa depan. Apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau melalui layanan Kepolisian 110,” tegasnya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, diharapkan para pelajar dapat kembali berada di jalur yang positif serta menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa.




















