Paser – Memasuki hari Jumat pertama di tahun 2026, Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus mengukuhkan perannya sebagai pelayan masyarakat yang humanis. Pada Jumat (02/01/2026), sebanyak tiga personel dari Kompi 2 Batalyon C Pelopor Paser yang dipimpin oleh Brigpol Ardi bergerak melaksanakan program “Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri”. Kegiatan bertajuk “Jumat Berkah” ini menyasar warga lanjut usia dan pekerja sektor informal di wilayah Kabupaten Paser, sebagai langkah nyata Polri dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan mempererat kedekatan emosional dengan masyarakat di pelosok Bumi Daya Taka.
Aksi kepedulian kali ini menjangkau dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Paser untuk menyerahkan paket bantuan sembako. Tim pertama menyambangi kediaman Bapak Hasan (65 tahun) di Desa Tapis, seorang lansia yang kini sangat membutuhkan dukungan untuk kebutuhan sehari-hari. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, untuk menemui Bapak Sapri (60 tahun), seorang petani setempat yang tetap gigih bekerja di usia senjanya. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah guna memastikan amanah sampai ke tangan yang tepat sekaligus mendengarkan aspirasi dan keluh kesah warga secara langsung.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa konsistensi program ini adalah wujud nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau menyampaikan bahwa di tahun yang baru ini, semangat pengabdian kepada rakyat kecil tidak boleh kendor. “Kehadiran personel kami di Desa Tapis dan Desa Jone adalah bukti bahwa Brimob hadir untuk memberikan solusi nyata di tengah kesulitan warga. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita, seperti Bapak Hasan dan Bapak Sapri, merasa diperhatikan dan dilindungi oleh negara melalui tangan-tangan personel di lapangan,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Sebagai influencer dalam menebar semangat kebaikan, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Paser untuk terus merawat tradisi tolong-menolong. Beliau menekankan bahwa kemanan dan ketertiban masyarakat akan lebih mudah terwujud jika rasa persaudaraan dan kepedulian sosial tetap terjaga dengan baik. “Mari kita jadikan awal tahun 2026 ini sebagai momentum untuk saling menguatkan. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup sesama. Mari kita jaga keharmonisan di Kalimantan Timur dengan terus berbagi kasih dan kebahagiaan,” pungkasnya.




















