Bakti Brimob Untuk Masyarakat: Jembatan Harapan di Papua Barat Daya

Di bawah langit Papua Barat Daya yang penuh harapan, sebuah langkah nyata pengabdian kembali terukir dalam sejarah Satbrimob Polda Papua Barat Daya. Gambar tersebut mengabadikan momen sakral saat peresmian renovasi Jembatan Brimob Presisi, sebuah infrastruktur vital yang kini berdiri kokoh bukan hanya sebagai penghubung fisik, tetapi juga sebagai simbol kedekatan Polri dengan masyarakat.

Kedalaman Makna dalam Doa
Terlihat dalam balutan seragam kebanggaan, Kombes Pol. Ary Nyoto Setiawan, S.I.K., M.H., bersama jajaran personel lainnya, menundukkan kepala dalam doa yang khusyuk. Momen ini mencerminkan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan oleh Korps Brimob selalu diawali dengan rasa syukur dan permohonan restu kepada Sang Pencipta. Tongkat komando yang digenggam bukan sekadar simbol otoritas, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga di wilayah tugasnya.

Implementasi Semangat “Presisi”

Renovasi jembatan ini merupakan wujud nyata dari konsep Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Satbrimob Polda Papua Barat Daya memahami bahwa mobilitas masyarakat adalah kunci pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan serta kesehatan. Dengan jembatan yang lebih kuat dan aman di tahun 2025 ini, warga tidak lagi harus khawatir saat melintas, terutama di musim penghujan.

Komitmen “Brimob Untuk Nusa dan Bangsa”
Sesuai dengan jargon yang tertulis tegas, “Brimob Untuk Nusa dan Bangsa”, proyek ini menegaskan bahwa tugas Korps Baret Biru tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan penanganan konflik bersenjata, tetapi juga hadir dalam sisi kemanusiaan dan pembangunan sosial. Jembatan merah yang mencolok di latar belakang menjadi bukti fisik dari dedikasi personel Brimob yang bekerja melampaui panggilan tugas demi kepentingan khalayak ramai.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed