NKRINEWS45. COM |
KENDAL, WELERI β Puluhan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, kini dirundung kecemasan. Pascapenutupan aktivitas tambang Galian C di lokasi Pakis beberapa hari lalu, sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut terpaksa kehilangan mata pencaharian dan menganggur.
Merespons kondisi tersebut, warga yang kehilangan pekerjaannya langsung bergerak “menggruduk” lokasi tambang pada Sabtu (23/05/2026). Kedatangan puluhan warga ini bertujuan untuk menghadirkan pemilik tambang, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Agus Salim, guna mencari solusi bersama.
Di lokasi tambang, warga bersama tokoh masyarakat setempat, Muhaliem, menyampaikan aspirasi langsung kepada perwakilan pemilik tambang. Di tengah guyuran hujan yang membasahi lokasi, situasi tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat puluhan warga yang hadir demi memperjuangkan nasib dapur mereka.
Muhaliem secara tegas meminta kepada pemilik tambang untuk segera membuka kembali aktivitas operasional demi menyambung roda perekonomian masyarakat kecil.
“Kami meminta kepada pemilik tambang untuk segera dibuka kembali. Ada 50 warga yang terdampak di sini, dan kami siap membuat surat dukungan resmi untuk membantu kelancaran proses perizinannya,” ujar Muhaliem di hadapan perwakilan pemilik tambang.
Ia juga menambahkan, sembari proses pengurusan izin tersebut berjalan di instansi terkait, warga sangat berharap aktivitas penambangan di lokasi Pakis tetap diperbolehkan buka agar masyarakat bisa kembali bekerja. Pernyataan tegas Muhaliem ini pun langsung disambut teriakan setuju dan diiyakan oleh puluhan warga yang bertahan di lokasi.
Menanggapi tuntutan dan dukungan langsung dari warga, Agus Salim selaku perwakilan dari pemilik tambang, menyatakan keprihatinan yang mendalam serta menyambut baik itikad warga yang siap mengawal proses perizinan operasional.
Pihak manajemen memahami bahwa penutupan ini langsung memicu masalah sosial baru berupa pengangguran mendadak bagi warga sekitar yang murni mencari nafkah.
Mewakili jeritan hati puluhan KK yang terdampak, warga dan tokoh masyarakat sangat berharap adanya kebijaksanaan serta diskresi dari Aparat Penegak Hukum (APH) maupun instansi pemerintah terkait. Warga berharap proses administrasi dapat dipermudah, dan selama proses itu berjalan, mereka diizinkan untuk kembali bekerja mencari nafkah.
Sampai berita ini diturunkan, warga tetap kompak merapatkan barisan dan berkomunikasi secara kondusif agar tuntutan mereka untuk segera bekerja kembali dapat segera terwujud.
(Tim-Red)








































