Padang | Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menghadiri acara peluncuran buku autobiografi almarhum H. Zainal Bakar, SH, Gubernur Sumatera Barat periode 2000–2005. Acara penuh makna tersebut berlangsung di Auditorium Gubernuran Jalan Sudirman Padang, Rabu (3/9/2025), dan diselenggarakan oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sumatera Barat.
Dalam kesempatan itu, Bupati JKA menerima langsung buku berjudul “Zainal Bakar, Menapak dari Bawah Melangkah Hingga Puncak”. Usai peluncuran, ia menyampaikan apresiasi sekaligus penghormatan mendalam kepada almarhum yang dikenangnya sebagai sosok teladan dan inspirasi lintas generasi.
“Alhamdulillah hari ini kita menghadiri peluncuran buku autobiografi Bapak Haji Zainal Bakar. Beliau adalah putra daerah Pariaman yang terakhir menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat tahun 2000–2005, dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman pada periode 1990–1993,” ujar JKA.
Lebih jauh, Bupati JKA menilai perjalanan hidup almarhum—yang memulai karier dari posisi sederhana sebagai pegawai di Bukittinggi, kemudian berkiprah di Padang Pariaman hingga dipercaya sebagai Gubernur Sumbar—merupakan cerminan nyata kerja keras, ketekunan, dan dedikasi.
“Autobiografi almarhum adalah pandangan yang menginspirasi kita. Mudah-mudahan, kenangan dan karya beliau dalam membangun Sumatera Barat dapat menjadi motivasi bagi kita semua. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Peluncuran buku ini mendapat perhatian luas karena menghadirkan banyak tokoh penting Sumatera Barat. Tampak hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, anggota DPD RI Irman Gusman, para bupati dan wali kota, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum.
Dukungan penuh untuk penerbitan autobiografi ini datang dari keluarga, khususnya Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, ST., MT. (Rangkayo Ganto Suaro), putra sulung almarhum yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Padang Pariaman, peluncuran buku ini bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang pemimpin, melainkan juga menghadirkan kembali semangat perjuangan almarhum Zainal Bakar. Dari seorang pegawai sederhana hingga menduduki jabatan tertinggi di provinsi, kisah hidupnya meninggalkan pesan kuat bahwa integritas, disiplin, dan kerja keras mampu mengantarkan seseorang menuju puncak.
Wyndoee




















