Selasa, 17 Februari 2026 – Komandan Batalyon B Pelopor Brimob Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo, menyatakan bahwa situasi keamanan di wilayah Kapiraya kini telah kembali aman dan kondusif setelah terjadinya bentrok antarwarga.
“Kami memastikan bahwa wilayah Kapiraya beserta sekitarnya sudah dalam kondisi aman sepenuhnya. Tidak ada lagi tindakan saling serang atau kumpulan massa di lokasi. Informasi yang menyatakan kondisi tidak aman merupakan bohongan yang berasal dari pihak yang ingin menghasut dan tidak memahami permasalahan yang sebenarnya,” Ujar Kompol Umbu Sairo dengan tegas.
Seluruh aktivitas masyarakat kini dapat berjalan kembali normal, termasuk sektor pendidikan, keagamaan, dan ekonomi. “Guru-guru telah kembali melaksanakan tugas mengajar, sedangkan siswa-siswi dapat kembali belajar seperti biasa. Kegiatan ibadah di gereja juga berjalan lancar. Baik masyarakat suku Kamoro maupun suku Mee kini telah kembali fokus pada pekerjaan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, konflik yang terjadi tidak disebabkan oleh permasalahan tapal batas wilayah. “Permasalahan tapal batas sedang dalam proses penyelesaian oleh pemerintah. Konflik ini sebenarnya muncul akibat permasalahan sumber daya alam dan adanya hasutan yang memecah belah, yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman. Sebenarnya tidak ada masalah antara suku Kamoro dan Mee, dan kini mereka telah memahami hal tersebut,” paparnya.
Untuk menjaga keamanan tetap terjaga, Brimob telah menempatkan personel di empat titik strategis, yaitu Kampung Wakia, perbatasan Kapiraya, sebuah distrik di sekitar wilayah Kapiraya, serta Dermaga Logpon Kapiraya. “Setiap pos ditempati oleh 5 hingga 10 personel sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Di setiap pos juga telah dipasang baliho untuk melakukan pengecekan KTP dan identitas setiap orang yang masuk dan keluar wilayah, guna mencegah potensi terjadinya kejahatan,” terangnya.
Kompol Umbu Sairo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar, terutama melalui media sosial. “Kasus konflik yang lalu akan ditangani oleh pihak penegak hukum. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas normal dan tidak perlu melakukan tindakan tambahan. Kami mohon agar masyarakat dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak terpengaruh oleh kabar bohong atau omong kosong,” katanya.
Kehadiran Brimob di Kapiraya bertujuan untuk mengamankan wilayah serta mendamaikan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa seluruh warga merasa aman tanpa memandang latar belakang mereka. “Kami datang dengan tujuan untuk menjaga keamanan. Saya bertanggung jawab untuk menjamin rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, baik dari suku Kamoro maupun suku Mee,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Brimob bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyalurkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang terdampak konflik. “Kami telah menyerahkan bantuan dari Pemda Mimika kepada seluruh masyarakat terdampak, tidak hanya kepada suku Kamoro tetapi juga suku Mee, karena mereka adalah saudara kita yang sama,” Ungkapnya.
Dengan kondisi yang sudah kondusif, aparat keamanan berharap masyarakat Kapiraya dapat kembali hidup berdampingan dalam kedamaian dan tidak lagi terpecah belah oleh isu-isu yang tidak benar.




















