PD. PARIAMAN | Di tengah sisa-sisa genangan dan lumpur yang masih membekas di sejumlah sudut rumah warga, secercah harapan hadir bagi para siswa terdampak banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis. Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman turun langsung menyerahkan bantuan berupa tas sekolah dan beras kepada anak-anak serta keluarga yang terdampak musibah.
Banjir yang melanda beberapa waktu lalu tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga merusak perlengkapan sekolah anak-anak. Banyak di antara mereka yang harus kehilangan buku, seragam, hingga tas yang selama ini menjadi teman setia menuntut ilmu. Kondisi itu tentu menjadi beban tambahan bagi orang tua yang sedang berjuang memulihkan ekonomi keluarga.
Melihat situasi tersebut, Ketua TP PKK Padang Pariaman bersama jajaran bergerak cepat. Dengan penuh empati, ia menyapa satu per satu siswa yang menerima bantuan. Senyum hangat dan kata-kata penyemangat menjadi penguat di tengah suasana yang belum sepenuhnya pulih.
“Anak-anak harus tetap semangat sekolah. Musibah boleh datang, tapi cita-cita tidak boleh tenggelam,” ujar Ketua TP PKK saat menyerahkan tas sekolah kepada para siswa.
Bantuan tas sekolah diharapkan dapat membantu anak-anak kembali belajar dengan lebih percaya diri. Sementara bantuan beras diberikan untuk meringankan kebutuhan pokok keluarga terdampak, agar orang tua dapat lebih fokus pada pemulihan kondisi rumah dan lingkungan.
Kehadiran Ketua TP PKK bukan sekadar seremonial. Ia juga berdialog dengan warga, mendengarkan keluhan dan kebutuhan yang masih mendesak. Beberapa orang tua mengaku terharu atas perhatian yang diberikan, karena di tengah keterbatasan mereka merasa tidak sendirian menghadapi dampak bencana.
Ulakan Tapakis memang menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak akibat intensitas hujan tinggi. Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas sekolah dan perekonomian masyarakat. Sejumlah keluarga harus membersihkan rumah dan mengganti peralatan yang rusak.
TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui gerakan cepat dan terkoordinasi, bantuan dapat disalurkan tepat sasaran kepada yang membutuhkan, terutama anak-anak usia sekolah yang rentan terdampak secara psikologis maupun material.
Kegiatan penyerahan bantuan ini juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian sosial. Solidaritas dan gotong royong dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Di akhir kegiatan, Ketua TP PKK berharap tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pendidikannya akibat musibah. Ia menegaskan komitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, dalam berbagai situasi.
Musibah mungkin meninggalkan luka, namun perhatian dan kepedulian mampu menjadi obat yang menguatkan. Di Ulakan Tapakis, langkah kecil berupa tas sekolah dan beras itu menjelma menjadi simbol bahwa harapan selalu ada, selama kepedulian tetap menyala.
TIM




















