nkrinews45.com Nusa Tenggara Barat – Saat menutup ‘Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi’, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 30/8/2025, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Transmigrasi di Kabinet Merah-Putih untuk merealisasikan Asta Cita. “Dengan berbagai program yang ada di Kementerian Transmigrasi, amanat presiden itu siap kita laksanakan”, ujarnya.
Dalam rapat kooordinasi yang dihadiri oleh 127 satuan kerja dinas transmigrasi kabupaten, kota, dan provinsi dari seluruh Indonesia, Viva Yoga mengucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam rapat yang digelar dari 28 hingga 30 Agustus 2025 itu. Dirinya berpesan agar program yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi dilaksanakan secara akuntable, transparan, prudent, secepatnya, dan bisa memberi dampak bagi transmigran dan masyarakat lokal di kawasan transmigrasi.
“Kita menginginkan program sekecil apapun memberikan dampak yang positif pada masyarakat”, ujarnya. Untuk membangun kawasan transmigrasi seperti tema yang diusung dalam rapat, ‘Mewujudkan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi yang Berkualitas dan Berkelanjutan’, menurut pria yang juga menjadi Wakil Ketua Umum PAN itu pentingnya ide, kreasi, dan inovasi.
Ide, kreasi, dan inovasi yang dimaksud adalah bagaimana dinas di daerah berupaya mengaet atau menggandeng korporasi, koperasi, BUMD, dan BUMN untuk menanamkan investasi di kawasan transmigrasi. “Kita akan memfasilitasi proses itu bisa berjalan dengan baik”, ujarnya. Dengan cara demikian di kawasan transmigrasi ada nilai tambah, produktifitas, daya saing, dan peningkatan pendapatan.
Bila sinergi dan kolaborasi dengan pihak lain berjalan sesuai harapan maka Viva Yoga menyebut Kementerian Transmigrasi tidak hanya sekadar menjalankan program namun menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
Di akhir penutupan mantan anggota Komisi IV DPR itu mengucapkan selamat bekerja untuk menuntaskan program yang telah ditetapkan. “Perlu terus berkomunikasi, berkolaborasi, dan bersinergi untuk merealisasikan program”, ujarnya.