NKRINEWS45. COM |
Kota Semarang | Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dituntut mampu menjadi penggerak sinergi dan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga. Hal tersebut ditunjukkan oleh Aipda Duwi Purnomo, Bhabinkamtibmas Polsek Mijen Polrestabes Semarang, yang memelopori terbentuknya Paguyuban Petani Pisang Sehat Semangat Sukses (3S) sebagai wadah sinergi dan pemberdayaan pertanian masyarakat.
Berangkat dari kepeduliannya terhadap potensi lokal dan ketahanan pangan, Aipda Duwi menggandeng pemerintah desa, petani, pengusaha pertanian, serta warga masyarakat untuk bersama-sama membentuk paguyuban tersebut. Paguyuban ini berfokus pada pengembangan budidaya pisang berkualitas dan berbasis pertanian lokal yang berkelanjutan ini memiliki satu tujuan bersama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Aipda Duwi bersama peserta paguyuban menggelar kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada sekitar 50 peserta yang terdiri dari petani, warga masyarakat, pengusaha pertanian, peternak, serta unsur pemerintah desa setempat pada Minggu (25/1/2026) di lahan pertanian pisang yang berada di perbatasan Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dengan Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Dalam penyuluhan yang berlangsung secara interaktif dan edukatif ini, dibahas berbagai teknik budidaya pisang mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, perawatan, panen hingga strategi pemasaran hasil pertanian.
Berbekal pengalaman lebih dari empat tahun mengembangkan pembibitan tanaman keras hingga produknya mampu menembus pasar luar Jawa bahkan mancanegara, Aipda Duwi berupaya menularkan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada masyarakat.
“Pisang merupakan tanaman yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Melalui paguyuban ini, kami ingin mempelopori budidaya pisang yang berkelanjutan, berkualitas, dan memiliki daya saing nasional hingga global,” ungkapnya.
Sebagai bentuk nyata kolaborasi tersebut, paguyuban mengelola lahan pertanian milik pemerintah desa yang dimanfaatkan secara produktif. Lahan seluas sekitar 1,5 hektar tersebut digarap bersama dengan menanam sekitar 2.500 bibit pisang jenis ambon dan raja, serta menerapkan sistem tumpang sari tanaman kedelai.
“Bibit yang digunakan merupakan bibit berkualitas yang telah melalui proses vaksinasi agar lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Pupuk yang digunakan juga berasal dari pupuk organik hasil peternakan masyarakat sekitar, sehingga saling memberdayakan berbagai pihak,” jelas Aipda Duwi.
Pemanfaatan lahan desa secara kolaboratif ini juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, kegiatan tersebut juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar serta memperkuat ekosistem UMKM pertanian lokal.
“Tidak hanya dipasarkan langsung setelah panen, produk baik pisang dan daunnya nanti juga dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan dan makanan. Diharapkan, seiring dengan peningkatan produksi pertanian dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan menguatkan UMKM desa,” tambah Aipda Duwi.
Salah satu petani, Pak Gito, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. Diungkapkan bahwa dirinya selaku petani sangat terbantu dengan adanya penyuluhan dan paguyuban ini.
“Banyak ilmu baru yang diberikan, mulai dari teknik budidaya hingga perawatan agar hasil panen lebih optimal. Pendampingan seperti ini membuat para petani lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha pertanian pisang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lurah Campurejo, Iin Hendrawan yang menyampaikan apresiasi atas peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendorong pemanfaatan lahan desa secara produktif dan kolaboratif.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena memanfaatkan lahan desa secara produktif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, petani, pengusaha pertanian, masyarakat, dan kepolisian ini menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam mendorong ekonomi desa dan ketahanan pangan,” tuturnya.
Red-Spyd




















