Personel Pasukan Brimob I Korbrimob Polri yang melaksanakan Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan bantuan kemanusiaan dan Search and Rescue (SAR) tersebut berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sejak pagi hari, personel Brimob telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan terpusat di Pos SAR Pasukan Brimob I yang berlokasi di Terminal Aceh Tamiang. Para personel Brimob bergerak cepat dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan pascabencana.
Kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan penyediaan konsumsi pagi, siang, dan malam oleh personel Randurlap Pasukan Brimob I untuk personel gabungan serta masyarakat terdampak. Selanjutnya, pada pukul 07.30 WIB, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang digelar di Mapolres Aceh Tamiang sebagai bentuk konsolidasi dan kesiapsiagaan.
Tidak hanya fokus pada bantuan logistik, personel Brimob juga melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan di area Polres Aceh Tamiang pada pukul 08.00 WIB guna mendukung kebersihan dan kesehatan pascabanjir. Sementara itu, pada pukul 10.00 WIB, personel Brimob I yang dipimpin oleh Brigadir Buya Hamka mendistribusikan air bersih kepada warga di Jalan Terminal Kuala Simpang menggunakan kendaraan Water Treatment.
Pada siang hari, personel Randurlap kembali berperan aktif dengan membantu Posko Terpadu dalam penyediaan makan siang dan malam bagi personel serta masyarakat yang terdampak banjir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang sebagai salah satu titik utama pelayanan kemanusiaan.
Seluruh rangkaian kegiatan didukung dengan sarana dan prasarana operasional, antara lain satu unit truk, satu unit Strada Triton, satu unit truk Water Treatment, tiga unit sepeda motor, satu unit bus, serta satu unit kendaraan Randurlap.
Secara keseluruhan, kegiatan bantuan kemanusiaan Pasukan Brimob I Korbrimob Polri di Aceh Tamiang berjalan aman, lancar, dan terkendali. Kehadiran Brimob di tengah masyarakat diharapkan mampu meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.




















