Pesantren Ramadan Unggulan 1447 H Resmi Dimulai, Bupati John Kenedy Azis Ajak Generasi Muda Cinta Al-Qur’an

PD. PARIAMAN | Semangat Ramadan 1447 Hijriah terasa lebih bermakna di Kabupaten Padang Pariaman ketika Bupati John Kenedy Azis secara resmi membuka Pesantren Ramadan Unggulan, sebuah program pembinaan keagamaan yang dirancang untuk memperkuat karakter dan spiritualitas generasi muda. Kegiatan ini menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah, guru, tokoh agama, serta ratusan pelajar yang akan mengikuti program tersebut. Suasana religius berpadu dengan antusiasme peserta yang menyambut dimulainya rangkaian kegiatan pembelajaran berbasis pesantren selama bulan suci.

Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan iman dan takwa. Ia menyebut pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik agar lahir generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari aspek globalisasi dan perkembangan teknologi, tetapi juga dari lunturnya nilai moral dan budaya. Karena itu, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi spiritual para pelajar agar tidak mudah tergerus arus negatif.

Pesantren Ramadan Unggulan 1447 H dirancang dengan materi yang lebih terstruktur dan mendalam. Para peserta akan dibekali pemahaman Al-Qur’an, fikih ibadah, akhlak, hingga penguatan wawasan kebangsaan dalam perspektif Islam. Pendekatan pembelajaran juga dibuat interaktif agar siswa tidak hanya mendengar, tetapi aktif berdiskusi dan mempraktikkan nilai yang dipelajari.

Bupati menekankan pentingnya peran guru dan pembimbing dalam membentuk suasana belajar yang inspiratif. Ia berharap para pendidik tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Keteladanan, menurutnya, adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter.

Lebih jauh, ia mengajak para orang tua untuk turut mendukung program ini dengan menciptakan lingkungan rumah yang sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren Ramadan. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul.

Kegiatan Pesantren Ramadan ini juga menjadi ruang pembinaan mental dan sosial bagi pelajar. Selain kegiatan keagamaan, peserta diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang diharapkan melekat dan menjadi karakter permanen dalam kehidupan mereka.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menaruh harapan besar agar program ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab moral. Dengan bekal tersebut, para pelajar diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter dan berdaya saing.

Di akhir acara pembukaan, suasana penuh harap menyelimuti seluruh peserta. Ramadan bukan lagi sekadar bulan ibadah, melainkan momentum pembentukan jati diri. Pesantren Ramadan Unggulan 1447 H pun resmi dimulai, membawa cita-cita besar: membangun generasi muda Padang Pariaman yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Catatan Redaksi:

Program Pesantren Ramadan menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal. Konsistensi pelaksanaan serta dukungan semua pihak akan menentukan keberlanjutan pembinaan moral dan spiritual pelajar di masa depan.

TIM

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed