Pulihkan Ceria Anak-Anak Aceh Utara, Personel BKO Brimob Kaltim Gelar Trauma Healing di SDN 5 Muara Batu

Aceh Utara – Tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur fisik pascabencana, Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur yang tengah menjalankan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polda Aceh juga memberikan perhatian besar pada aspek psikologis masyarakat. Pada Senin (19/01/2026), sebanyak 20 personel Satbrimob Polda Kaltim di bawah pimpinan Ipda Ayub Syawal, S.A.P., melaksanakan kegiatan trauma healing di SD Negeri 5 Muara Batu, Desa Tumpok Beurandang, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini diambil untuk membantu anak-anak sekolah dasar mengatasi rasa trauma dan mengembalikan keceriaan mereka setelah wilayah tersebut terdampak musibah banjir bandang beberapa waktu lalu.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, personel Brimob Kaltim menggandeng para mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe untuk menciptakan suasana yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan diisi dengan berbagai permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta sesi motivasi agar para siswa kembali bersemangat untuk menuntut ilmu. Melengkapi kebahagiaan para murid, tim juga membagikan perangkat alat tulis dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan moril. Sinergi antara aparat kepolisian dan akademisi ini berhasil mengubah suasana sekolah yang sempat redup akibat bencana menjadi penuh tawa dan harapan baru bagi generasi masa depan Tanah Rencong.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personelnya di Aceh membawa misi menyeluruh yang berlandaskan filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau menyampaikan bahwa pemulihan kondisi mental anak-anak jauh lebih krusial dibandingkan sekadar pembersihan material sisa bencana. “Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga hadir sebagai pelindung jiwa bagi masyarakat. Melalui trauma healing ini, kami ingin memastikan bahwa masa depan anak-anak di Muara Batu tidak terganggu oleh trauma masa lalu, sehingga mereka bisa kembali bermimpi dan belajar dengan ceria,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.

Andy Rifai juga berpesan agar kolaborasi antara Polri, mahasiswa, dan elemen pendidikan terus dipupuk untuk menciptakan ketahanan sosial yang kuat. Beliau menekankan bahwa kepedulian tanpa batas wilayah adalah kunci kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi ujian bencana. “Jadikan setiap senyum anak-anak Aceh sebagai energi tambahan dalam pengabdian kita. Teruslah hadir dengan kasih sayang dan profesionalisme, karena pengabdian terbaik adalah saat kita mampu meringankan beban sesama manusia. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed