Sentuhan Hangat Yayasan Kemala Bhayangkari di Pesisir Jepara: Nelayan Prawean Terima Berkah Lebaran

NKRINEWS45. COM |
JEPARA- Di tengah sepinya penghasilan para nelayan selama bulan Ramadan, secercah harapan hadir dari kepedulian Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Jepara. Bertempat di Pantai Prawean, Bandengan, Kamis (19/3/2026), kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket Lebaran digelar penuh kehangatan dan rasa kemanusiaan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Jepara, Ny. Dian Hadi, bersama jajaran ibu-ibu Yayasan Kemala Bhayangkari yang turun langsung menyapa dan berbagi dengan para nelayan di Kampung Perahu Prawean.

Puluhan paket Lebaran dibagikan kepada nelayan yang selama bulan puasa mengaku mengalami penurunan penghasilan. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus upaya meringankan beban masyarakat pesisir menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam sambutannya, Ny. Dian Hadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sosial Bhayangkari kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan berbagi paket Lebaran ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada keluarga besar nelayan di Pantai Prawean. Semoga di bulan Ramadan yang penuh berkah ini kita semua diberikan kesehatan dan limpahan rezeki,” ujarnya.

Suasana haru pun terlihat saat para nelayan menerima bantuan. Salah satu penerima, Pak Tono, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas perhatian dari ibu-ibu Bhayangkari. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk kebutuhan Lebaran, apalagi selama puasa penghasilan kami hampir tidak ada,” tuturnya.

Tak hanya berbagi, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi penting terkait keselamatan di laut. Kasat Polairud Polres Jepara, AKP M. Syaifuddin, S.H., M.H., memberikan arahan tegas kepada para nelayan, khususnya menjelang kegiatan lomba laut yang akan digelar dalam waktu dekat.

Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi nahkoda maupun penumpang.

“Kami minta seluruh nelayan mematuhi aturan yang sudah disepakati. Setiap kapal yang mengangkut penumpang wajib dilengkapi pelampung. Jika tidak, kami akan bertindak tegas dan melarang kapal tersebut beroperasi,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran Bhayangkari tidak hanya sebagai pendamping institusi, tetapi juga sebagai garda sosial yang mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil.

Di tengah keterbatasan, aksi sederhana ini justru menghadirkan makna besar—bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial, terutama di bulan suci Ramadan.(Bio Sari).

Red-Spyd

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed