NKRINEWS45. COM |
KENDAL – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter, Sat Binmas Polres Kendal bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan di SMP N 1 Weleri. 2 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan “Police Go To School” dengan mengusung tema sentral: “Sekolah Aman Tanpa Kekerasan: Cegah Bullying, Narkoba, dan Tawuran Pelajar.”
Kegiatan dihadiri, Kasat Binmas Polres Kendal AKP Agus Supriyadi S.H., M.H.
– Kanit Bhabinkamtibmas Ipda Kesiyem
– Kanit Bintibsos Aiptu Suabagyo Widodo S.H.
– Kanit Binkamsa Aipda Ribut Budi Raharjo
– Kanit Binmas Polsek Weleri Aiptu Sarono Teguh S.H.
– Bhabinkamtibmas Polsek Weleri
– Anggota Sat Binmas
*_Dinas Pendidikan Kab.Kendal >_*
– Kepala Dinas Pendidikan Bp. Sahban siantoro S.Pi
– Bendahara Teknis Dinas Pendidikan Bp. Andi firmanto Spd.
– Kepala Sekolah SMP N 1 Weleri Bp. Drs Muhamad sarwono Mpd
– Guru dan Staf SMP N 1 Weleri
– Siswa Siswi SMP N 1 Weleri
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SMP N 1 Weleri. Bp. Drs Muhamad sarwono Mpd. Beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran jajaran Polres Kendal dan Dinas Pendidikan. Menurutnya, intervensi edukatif dari pihak kepolisian sangat krusial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
”Kami berharap melalui pembekalan ini, para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan moral untuk menjauhi perilaku menyimpang seperti bullying dan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar beliau.
Masih di kesempatan yang sama, Kasat Binmas Polres Kendal, AKP Agus Supriyadi, S.H., M.H., dalam arahannya menekankan bahwa kehadiran Polri di sekolah bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai mitra pendukung terciptanya ketertiban. Beliau menyoroti pentingnya etika digital di samping pencegahan kekerasan fisik.
Pencegahan Kekerasan: Menghimbau siswa untuk memutus rantai perundungan (bullying) baik secara fisik maupun verbal.
Bijak Bermedia Sosial: Mengingatkan agar siswa waspada terhadap penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang dapat berimplikasi pada pelanggaran UU ITE.
Pelopor Ketertiban: Mengajak seluruh siswa menjadi duta keamanan bagi rekan sebaya mereka.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik anak bangsa tidak bisa bertumpu pada sekolah semata. Sinergitas antara institusi pendidikan, kepolisian, dan orang tua merupakan kunci utama dalam memagari remaja dari pengaruh buruk tawuran dan narkotika. Pendidikan karakter dan kedisiplinan harus menjadi nafas dalam setiap kegiatan belajar mengajar guna menciptakan ekosistem sekolah yang nyaman.
Sebagai inti kegiatan, Kanit Bhabinkamtibmas memberikan paparan materi yang komprehensif mengenai aspek hukum dari kenakalan remaja. Para siswa diberikan pemahaman nyata mengenai:
Dampak Destruktif Narkoba: Penjelasan mengenai bahaya kesehatan dan sanksi pidana yang menjerat penggunanya.
Konsekuensi Tawuran: Bagaimana keterlibatan dalam perkelahian massal dapat merugikan diri sendiri, keluarga, hingga hilangnya hak pendidikan.
Bhabinkamtibmas sebagai Mitra: Menekankan bahwa petugas Bhabinkamtibmas selalu siap menjadi tempat berkonsultasi jika siswa menemukan potensi konflik di lingkungan mereka.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Diskusi interaktif yang tercipta menunjukkan besarnya rasa ingin tahu pelajar terhadap upaya perlindungan diri dari pengaruh negatif lingkungan. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga SMP N 1 Weleri sebagai kawasan bebas kekerasan.
Red-Spyd




















