NKRINEWS45. COM |
Magelang – Polresta Magelang menyiagakan pasukan Bhayangkara di lokasi bencana tanah longsor dan titik pengungsian warga di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (15/01/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan, membantu proses evakuasi, serta memastikan keselamatan warga terdampak longsor akibat hujan berintensitas tinggi.
Tanah longsor pertama terjadi pada Senin (12/01/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tanah pada tebing menjadi jenuh air dan labil hingga memicu longsoran setinggi kurang lebih 8 meter dengan lebar sekitar 6 meter. Material longsor menutup akses jalan lingkungan serta mengenai tembok rumah warga dan mengancam bangunan rumah milik Sriwoto yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa.
Karena kondisi tanah masih bergerak dan berpotensi terjadi longsor susulan, warga terdampak sementara mengungsi ke rumah tetangga terdekat. Pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 WIB, longsor kembali terjadi di titik lain di wilayah Dusun Tanjung. Longsoran dengan tinggi tebing sekitar 8 meter dan panjang kurang lebih 7 meter tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno tertutup total dan tidak dapat dilalui.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar menyampaikan bahwa jajarannya disiagakan penuh di lokasi bencana maupun pengungsian guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Pasukan Bhayangkara Polresta Magelang kami siagakan di lokasi longsor dan di tempat pengungsian warga untuk memastikan situasi tetap kondusif. Serta membantu warga apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Kombes Pol Herbin Sianipar.
Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (14/01/2026), sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) curah hujan yang terpasang di Dusun Tanjung kembali berbunyi. Pada pukul 23.30 WIB EWS menunjukkan status SIAGA, kemudian meningkat menjadi status AWAS pada Kamis (15/01/2026) pukul 00.30 WIB. Menindaklanjuti peringatan tersebut, warga secara bertahap melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi aman di Balkondes Ngadiharjo.
Berdasarkan data sementara, bencana tanah longsor ini mengakibatkan dua rumah warga terancam serta satu fasilitas umum berupa masjid berada dalam kondisi rawan terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang melalui asesmen di lokasi serta koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat dusun, aparat keamanan, dan masyarakat setempat.
Hingga saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi logistik untuk kerja bakti pembersihan material longsor dan bantuan bagi warga pengungsi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan di wilayah rawan bencana tersebut. (Nar).
Red-Spyd




















