Manggarai Timur — Tim SAR Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (26/1/2026).
Pada hari keempat operasi pencarian, sekitar pukul 10.00 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban (MD). Korban selanjutnya dievakuasi ke Pustu Desa Goreng Meni untuk dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas kesehatan setempat.
Kegiatan pencarian dipimpin oleh Danki 2 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, IPTU Soleman W. Talo, S.H., dengan melibatkan 13 personel DPP Danki 2 Yon B Pelopor yang didukung peralatan SAR manual serta kendaraan operasional.
Operasi pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga saat ini masih terus dilanjutkan, mengingat masih terdapat satu korban lainnya yang belum ditemukan. Selain fokus pada pencarian korban, Tim SAR juga berhasil membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor menuju Kapela Stasi Santo Benediktus Meni, guna memperlancar mobilitas personel dan distribusi bantuan.
Dalam pelaksanaan tugas, Tim SAR menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca buruk, potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih labil, keterbatasan jaringan komunikasi, serta terputusnya aliran listrik di Desa Tuwa dan Desa Goreng Meni. Meski demikian, seluruh personel tetap dalam kondisi sehat dan siaga penuh di lokasi bencana.
Sebagai informasi, sebelumnya satu korban (MD) berinisial AR telah ditemukan dan dimakamkan. Sementara itu, sebagian warga Desa Tuwa yang sempat terisolasi telah berhasil dievakuasi.
Satbrimob Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus berada di lokasi dan melanjutkan operasi pencarian hingga seluruh korban ditemukan, serta memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat terdampak bencana.




















