RAJA AMPAT – Personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya menunjukkan dedikasi luar biasa yang melampaui tugas utama mereka sebagai garda terdepan keamanan. Di bawah komando Batalyon A Pelopor, para personel ini terjun langsung ke lapangan untuk mengelola lahan produktif sebagai langkah nyata mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
Langkah strategis ini dilakukan di wilayah hukum Raja Ampat, bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi internal kesatuan maupun masyarakat sekitar.
Pemanfaatan Lahan Tidur Menjadi Hijau
Di sela-sela kesiapsiagaan menjaga situasi Kamtibmas di wilayah pariwisata dunia, personel Kompi 4 Batalyon A memanfaatkan area di sekitar markas komando (mako) dan lahan tidur yang ada untuk diolah secara mandiri. Program ini mencakup berbagai aspek pertanian intensif, di antaranya:
* Diversifikasi Tanaman: Menanam berbagai jenis komoditas mulai dari sayur-mayur (sawi, kangkung, bayam) hingga tanaman palawija seperti jagung dan singkong.
* Penguatan Stok Lokal: Penanaman cabai dan tomat yang menjadi kebutuhan pokok harian, guna meminimalisir ketergantungan pada pasokan logistik dari luar pulau yang sering terkendala cuaca dan transportasi laut.
* Sistem Pertanian Berkelanjutan: Pemanfaatan pupuk organik dan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, menjaga ekosistem Raja Ampat tetap lestari.
Brimob Hadir: Lebih dari Sekadar Penjaga Keamanan
Komitmen Kompi 4 Batalyon A Pelopor ini mencerminkan sosok Polri yang humanis dan adaptif. Kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman secara fisik, tetapi juga rasa aman secara pangan.
> “Kami dari Kompi 4 Batalyon A Pelopor berkomitmen bahwa ketahanan pangan adalah fondasi dari ketahanan nasional. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di Raja Ampat, kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat bahwa kemandirian bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil kita,” ujar salah satu perwira di lapangan.
>
Sinergi dan Edukasi untuk Masyarakat
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada proses memanen. Personel Kompi 4 juga aktif berdialog dengan warga lokal, berbagi teknik bercocok tanam yang efektif di tanah kepulauan. Hal ini diharapkan dapat memicu semangat masyarakat Raja Ampat untuk lebih produktif dalam mengelola potensi agraria di samping potensi maritim yang sudah ada.
Dengan semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”, Kompi 4 Batalyon A Pelopor Sat Brimobda PBD membuktikan bahwa pengabdian kepada negara dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui cangkul dan benih, demi memastikan kedaulatan pangan tetap terjaga di Bumi Cendrawasih.




















