NKRINEWS45. COM |
Polresta Magelang – Polda Jateng | Di balik langkah kecil seorang bayi, tersimpan harapan besar untuk masa depannya. Kepedulian itulah yang mendorong Polresta Magelang melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) memberikan pendampingan kepada seorang bayi berusia enam bulan yang mengalami Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kelainan kaki pada anak.
Bayi berinisial ZA, putra pasangan Nike Ardiana dan Thoriqul Ulya, warga Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan di RSI Aisyiyah Muntilan, Senin (31/8/2026).
Pendampingan dilakukan oleh Tim Sidokkes Polresta Magelang yang dipimpin Kasidokkes AKP Dwi Haryanto, AMK, bersama personel Sidokkes dan Bhabinkamtibmas Polsek Tegalrejo.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Morteza Bahesdhi Salipi, Sp.OT, selaku dokter penanggung jawab pelayanan, diketahui kaki kiri ZA mengalami kaki pengkor grade I.
Dokter kemudian melakukan penanganan dengan metode Ponseti, berupa pemasangan gips secara bertahap untuk membantu mengoreksi posisi kaki. Dalam tahap awal penanganan, telah dilakukan pemasangan gips sebanyak empat balutan secara bertahap, dengan kontrol dan pergantian gips setiap satu minggu.
“Untuk kondisi kaki pengkor grade I seperti pada pasien ini, tidak diperlukan tindakan operasi. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan pemasangan gips dan evaluasi secara berkala,” jelas dr. Morteza Bahesdhi Salipi, Sp.OT.
Menurutnya, usia ZA yang masih enam bulan menjadi salah satu faktor yang mendukung proses penanganan.
“Karena usianya masih di bawah satu tahun, kondisi ini relatif lebih mudah ditangani. Setelah beberapa kali pergantian gips dan perkembangan kaki dinilai baik, pasien nantinya dapat menggunakan sepatu khusus Dennis Brown Shoes untuk membantu mempertahankan posisi kaki,” terangnya.
Untuk mendukung proses pemulihan, pihak rumah sakit juga akan mengupayakan pengajuan bantuan Dennis Brown Shoes melalui program kerja sama Mentari dan RSI Aisyiyah Muntilan dengan Yakkum. Sepatu khusus tersebut diharapkan dapat diperoleh ZA secara gratis.
Sementara itu, hasil pemeriksaan pada kaki kanan menunjukkan adanya kondisi salah satu jari yang menyatu dengan jari lainnya. Namun, kondisi tersebut tidak memerlukan tindakan operasi dan akan ditangani secara konservatif melalui metode taping/plester dan gips, dengan tetap dilakukan pemantauan terhadap perkembangannya.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri, S.I.K., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Polri harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pendampingan, khususnya dalam hal kesehatan, kami berupaya hadir melalui Sidokkes maupun jajaran Bhabinkamtibmas untuk membantu dan memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Kombes Pol Edy.
Menurutnya, pendampingan terhadap ZA merupakan wujud kepedulian Polri sekaligus bentuk sinergi dengan tenaga kesehatan dan keluarga pasien.
“Kami mendoakan semoga ananda ZA diberikan kesehatan dan proses pengobatannya berjalan lancar. Harapan kami, dengan penanganan sejak dini dan pendampingan yang baik, ZA dapat tumbuh sehat dan kelak bisa melangkah serta beraktivitas seperti anak-anak lainnya,” tambahnya.
Saat ini kondisi umum ZA dalam keadaan sehat dan baik, Pasien dijadwalkan kembali menjalani kontrol di RSI Aisyiyah Muntilan pada 14 September 2026 untuk evaluasi dan pergantian gips berikutnya.
Polresta Magelang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan peduli, serta memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Red-Spyd
















