NKRINEWS45. COM |
Demak – Polres Demak memperkuat komunikasi dengan kalangan ulama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi jajaran pejabat utama (PJU) Polres Demak ke Pondok Pesantren Al Hidayat dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Demak Kompol Wasito itu bertujuan memperkokoh sinergi antara ulama dan umaro dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Polres Demak berdialog dengan para tokoh agama mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Kabag Ops Polres Demak Kompol Wasito mengatakan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama.
“Silaturahmi ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergitas antara Polri dengan para ulama. Kami berharap kolaborasi ulama dan umaro terus terjalin, sehingga bersama-sama mampu menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Demak tetap aman dan kondusif,” kata Wasito.
Selain membahas keamanan wilayah, pertemuan tersebut juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan informasi yang sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan.
Wasito mengajak para tokoh agama turut mengedukasi masyarakat agar mengedepankan prinsip tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Ketua PCNU Kabupaten Demak menyambut baik silaturahmi tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik antara ulama dan aparat keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat.
“Ulama dan umaro harus terus membangun komunikasi dan berjalan bersama dalam menjaga masyarakat. Kami juga mengajak umat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kedepankan tabayun agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memecah persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat, KH Ahmad Baidlowi Misbah atau Gus Dlowi, menilai sinergi antara ulama dan umaro perlu terus dijaga. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kehidupan sosial tetap harmonis.
“Ulama dan umaro harus terus berjalan beriringan dalam menjaga persatuan dan ketenteraman masyarakat. Jangan mudah terhasut oleh berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap menerima informasi harus tabayun terlebih dahulu, sehingga persaudaraan dan kerukunan di Kabupaten Demak tetap terjaga,” kata Gus Dlowi.
Munthohar_Ershi
Red-Spyd




















