Alex Adrial dan Sekarung Kepedulian di Penghujung 2025, Ketika Solidaritas Jurnalis Menjadi Penopang Perjuangan Insan Pers

Padang | Penghujung tahun 2025 menghadirkan satu kisah sederhana namun penuh makna dari Kota Padang. Selasa, 30 Desember 2025, di Kantor Komunitas Jurnalis Indonesia (KJI), Jalan Delima, kawasan Ujung Gurun, Alex Adrial hadir bukan sekadar sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai simbol keteguhan insan pers yang tetap berdiri di tengah keterbatasan.

Alex Adrial, pimpinan umum media online Salingka News, menerima bantuan sosial berupa sekarung sembako dari KJI. Bantuan itu mungkin tampak sederhana di mata sebagian orang, namun bagi Alex, sekarung sembako tersebut adalah wujud nyata solidaritas, empati, dan persaudaraan sesama jurnalis.

Di dunia jurnalistik lokal yang kerap berjalan tanpa jaminan kesejahteraan, Alex Adrial dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan idealisme pers. Melalui Salingka News, ia terus menyuarakan kepentingan masyarakat akar rumput, mengangkat isu-isu lokal, dan menjaga agar suara daerah tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk informasi nasional.

Namun di balik peran besarnya sebagai pimpinan umum media, Alex juga menghadapi realitas keras kehidupan. Tekanan ekonomi, keterbatasan operasional media, dan tanggung jawab keluarga menjadi bagian dari perjalanan yang ia jalani dengan penuh kesabaran.

Penyerahan sekarung sembako dari KJI berlangsung dalam suasana hangat dan bersahaja. Tidak ada seremoni berlebihan, tidak ada jarak antara pemberi dan penerima. Yang terasa justru keakraban, saling memahami, dan rasa senasib sepenanggungan sebagai insan pers.

Alex Adrial menerima bantuan itu dengan penuh rasa syukur. Wajahnya memancarkan kelegaan, seolah sekarung sembako tersebut bukan hanya berisi beras dan kebutuhan pokok, tetapi juga harapan dan kekuatan untuk melangkah ke hari esok.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada KJI atas bantuan ini. Sangat membantu bagi kami,” ucap Alex dengan suara tenang namun tulus.

Dengan gaya khasnya yang sederhana dan jujur, Alex kemudian melontarkan kalimat yang mengundang senyum sekaligus mengandung makna mendalam. Sebuah kalimat yang mencerminkan realitas hidup banyak insan pers.

“Kalau ada rezeki lagi ke depannya, ingat-ingat saya lagi,” katanya ringan, namun sarat pesan tentang pentingnya saling peduli.

Bagi KJI, bantuan sekarung sembako ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ini adalah bentuk komitmen bahwa jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga saling menguatkan di saat sesama membutuhkan.

Kisah Alex Adrial di penghujung 2025 menjadi potret kecil dunia pers lokal Indonesia. Di tengah idealisme, dedikasi, dan keterbatasan, solidaritas tetap menjadi nafas yang menjaga insan pers agar tidak berjalan sendirian.

Sekarung sembako itu mungkin akan habis dalam hitungan hari. Namun nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan empati yang menyertainya akan terus tinggal, menjadi pengingat bahwa di balik berita dan tulisan, ada manusia yang saling menopang satu sama lain.

TIM

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed