Semarang ~ Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda binaan Jung Kwatu. Septiani Dwi Azzahra (13 tahun) berhasil meraih Juara 1 kategori Stand Up Paddle (SUP) Pelajar jarak 200 meter pada Lomba Dayung Tingkat Nasional Piala Menteri 2026, membuktikan bahwa pembinaan usia dini yang konsisten mampu melahirkan atlet bermental juara dan berdaya saing nasional.
Siswi SMP Negeri 2 Mojosari, kelas VIII-D ini telah bergabung dengan Jung Kwatu sejak usia 9 tahun. Dalam usia yang sangat muda, Septiani telah menunjukkan kurva prestasi yang luar biasa dan berkelanjutan, baik di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.
Rekam jejak prestasinya antara lain:
Juara 3 SUP Putri 200 m Porprov 2023
Juara 2 Canoe Putri 500 m Porprov 2025
Juara 2 SUP Putri 500 m Event Probolinggo
Juara 2 SUP Putri 300 m Event Sidoarjo
Juara 1 SUP Putri 200 m Event Nasional Semarang (Piala Menteri 2026)
Capaian ini menegaskan bahwa Septiani bukan sekadar atlet berbakat, tetapi aset strategis olahraga dayung Indonesia yang diproyeksikan mampu melangkah ke level internasional. Hal ini sejalan dengan cita-cita pribadinya untuk menjadi atlet Indonesia berprestasi di tingkat dunia.
Pembina Jung Kwatu, Kakung Priyambodo, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi Septiani. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari pembinaan jangka panjang, disiplin, dan karakter bahari yang ditanamkan sejak dini.
“Septiani adalah contoh nyata bahwa pembinaan yang konsisten, berkarakter, dan berorientasi masa depan akan melahirkan pejuang prestasi. Di usia 13 tahun, ia sudah menunjukkan kematangan teknik, mental tanding, dan semangat juang yang luar biasa. Ini adalah modal penting menuju level nasional elit bahkan internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kakung Priyambodo menekankan bahwa prestasi Septiani tidak berdiri sendiri. Jung Kwatu telah melahirkan banyak atlet muda berprestasi yang menjadi kebanggaan daerah dan bangsa, serta berkontribusi dalam berbagai kejuaraan regional, nasional, hingga mewakili Jawa Timur dan Indonesia.
“Jung Kwatu tidak hanya mencetak juara, tetapi membangun generasi muda bahari yang berkarakter, berdisiplin, dan memiliki visi kejayaan maritim Indonesia. Septiani dan atlet-atlet lainnya adalah simbol bahwa masa depan olahraga air Indonesia berada di tangan generasi muda yang dibina dengan benar,” tambahnya.
Keberhasilan Septiani Dwi Azzahra di ajang Piala Menteri 2026 menjadi penegasan bahwa investasi pembinaan atlet usia dini adalah strategi nasional, sekaligus harapan baru bagi lahirnya atlet-atlet dayung Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.








































