NKRINEWS45. COM |
KOTA MAGELANG – Satres PPA/PPO dan Satreskrim Polres Magelang Kota bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video di medsos yang memperlihatkan sejumlah pelajar berboncengan sepeda motor, diduga membawa senjata tajam (sajam), di wilayah Kupatan, Magelang Utara, pada Kamis (23/7/2026).
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, personel Satreskrim dan Satres PPA/PPO Polres Magelang Kota mendatangi salah satu sekolah di Kota Magelang untuk melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap para siswa yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Dari hasil pendalaman awal, Polisi mengamankan delapan pelajar yang diduga terlibat. Seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur. Dalam proses penanganan, petugas juga menghadirkan orang tua atau wali serta pihak sekolah guna memberikan pembinaan bersama kepada para siswa.
Kasat PPA PPO Polres Magelang Kota, AKP Riana Adhyaksari menjelaskan bahwa penanganan terhadap para pelajar tersebut mengedepankan pendekatan pembinaan dengan melibatkan keluarga dan pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.
“Delapan anak yang diduga terlibat telah kami lakukan pembinaan bersama orang tua, wali, dan guru. Mereka diberikan pemahaman agar tidak lagi melakukan aksi tawuran maupun tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Riana, diketahui aksi yang berujung pada dugaan tawuran tersebut dipicu oleh saling tantang melalui media sosial. Awalnya, salah satu kelompok pelajar mengunggah video yang berisi tantangan kepada kelompok pelajar sekolah lain. Tantangan tersebut mendapat respons sehingga memicu keinginan kedua kelompok untuk melakukan tawuran sebagai bentuk unjuk kekuatan.
“Motif sementara yang kami temukan adanya pelajar dari salah satu sekolah menantang sekolah lain melalui medsos, dengan menggugah sebuah rekaman Video, dimana sekolah tersebut merasa tertantang dan unjuk kekuatan mencari sekolah pelajar yang menantang” imbuh AKP Riana.
Kasatres PPA/PPO menyampaikan terkait dugaan adanya Sajam yang tampak dalam video, Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. “Satu orang pelajar yang diduga membawa senjata tajam sekaligus merekam video kejadian belum berhasil dimintai keterangan karena yang bersangkutan belum dapat dihubungi,” tambahnya.
Awal pengungkapan melalui penelusuran video yang beredar di media sosial, termasuk mencocokkan nomor polisi kendaraan yang digunakan para pelajar. Hasil pengecekan dan klarifikasi menunjukkan kendaraan tersebut memang digunakan saat peristiwa tersebut.
Polres Magelang Kota juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk meningkatkan pembinaan. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terulangnya aksi serupa serta memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.
Polisi mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya, termasuk aktivitas mereka di media sosial, karena provokasi dan saling tantang di dunia maya dapat berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum dan membahayakan keselamatan.
Kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan pelajar yang diduga membawa senjata tajam, guna memastikan seluruh fakta terungkap secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain penegakan hukum, Polres Magelang Kota tetap mengedepankan langkah pembinaan dan pencegahan demi melindungi masa depan para pelajar sekaligus menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Magelang.
Red-Spyd








































