Tarakan – Dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan umat Buddha yang melaksanakan ibadah Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026, Unit Jibom dan KBRN Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Utara melaksanakan kegiatan sterilisasi di dua vihara yang berada di Kota Tarakan, Minggu (31/05/2026).
Kegiatan sterilisasi dipimpin oleh IPDA Rudik Haryanto dengan melibatkan 20 personel Subden I Detasemen Gegana Tarakan. Sebelum pelaksanaan, seluruh personel mengikuti apel pemberangkatan pada pukul 15.30 Wita sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel maupun peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan pengamanan.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran sterilisasi yakni Vihara Parama Sinar Borobudur dan Vihara Vajra Bhumi Dwipa. Tim Jibom dan KBRN melakukan penyisiran menyeluruh pada area utama tempat ibadah, ruang pendukung, akses keluar masuk, serta lingkungan sekitar vihara guna memastikan tidak terdapat potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya rangkaian peribadatan.
Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan berbagai peralatan khusus, antara lain metal detector, robot EOD, disruptor, body armour, Ride Eye, serta perlengkapan proteksi KBRN level B. Peralatan tersebut digunakan untuk mendeteksi dan mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak maupun zat kimia, biologi, radioaktif, dan nuklir yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyisiran yang dilakukan, tidak ditemukan barang, benda, maupun zat mencurigakan di kedua vihara. Situasi dinyatakan aman dan kondusif. Kegiatan sterilisasi berakhir pada pukul 17.00 Wita dan dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada penanggung jawab kewilayahan sebagai bentuk dokumentasi hasil sterilisasi.
Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sterilisasi ini merupakan bentuk komitmen Satbrimob Polda Kaltara dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah keagamaan.
“Sterilisasi yang dilaksanakan oleh personel Detasemen Gegana merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Hari Raya Waisak dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Kehadiran Brimob di tengah masyarakat adalah wujud nyata pengabdian Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh umat beragama. Kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kalimantan Utara,” ujar Kombes Pol. Sarly Sollu.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan perayaan keagamaan yang melibatkan kemampuan khusus Jibom dan KBRN guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman. Dengan terlaksananya sterilisasi tersebut, diharapkan umat Buddha dapat melaksanakan ibadah Hari Raya Waisak 2570 BE dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.








































