PARIAMAN | Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan wisata. Di Kota Pariaman, Pantai Gandoriah menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi.
Menghadapi situasi tersebut, Polres Pariaman menempatkan pengamanan bukan sekadar sebagai kewajiban tugas, tetapi sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kapolres Pariaman AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K. menempatkan kenyamanan warga dan wisatawan sebagai perhatian utama dalam pelaksanaan Operasi Lilin Nataru 2026.
Ia meminta jajarannya untuk hadir di tengah keramaian dengan sikap terbuka, mudah diajak berkomunikasi, dan siap membantu kebutuhan masyarakat di lapangan.
Menurut Kapolres, polisi yang berada di kawasan wisata harus mampu membaca situasi, memahami suasana libur keluarga, serta menjaga agar kegiatan masyarakat tetap berjalan tanpa rasa cemas. Oleh karena itu, pengamanan dilakukan dengan cara yang tenang, tidak berlebihan, namun tetap sigap terhadap setiap potensi gangguan.
Penekanan tersebut diterjemahkan ke dalam pola pengamanan di Pantai Gandoriah. Personel ditempatkan di titik-titik strategis, mulai dari pintu masuk kawasan wisata, area parkir, hingga sepanjang bibir pantai. Polisi tidak hanya berjaga, tetapi juga menyapa pengunjung, membantu pengaturan arus, dan memberi penjelasan apabila ditemukan potensi kerawanan.
Untuk mendukung kehadiran di lapangan, Polres Pariaman melibatkan personel Brimob BKO Polda Sumatera Barat. Keterlibatan Brimob diarahkan untuk memperkuat patroli dan kesiapsiagaan, terutama pada waktu-waktu ramai pengunjung dan malam hari, tanpa mengurangi nuansa keterbukaan kepada masyarakat.
Pengendalian kegiatan pengamanan dilakukan oleh KBO Sat Binmas Polres Pariaman Ipda Veri Andesta selaku Perwira Pengendali di Pos Operasi Lilin Pantai Gandoriah. Seluruh personel bergerak sesuai tugas masing-masing, dengan koordinasi yang terjaga dan komunikasi yang terus dibangun di lapangan.
Di sela patroli, petugas menyampaikan imbauan kepada masyarakat secara santun. Pengunjung diajak merayakan malam pergantian tahun dengan tertib, menghindari konvoi kendaraan, tidak menggelar hiburan orgen tunggal atau musik keras, serta tidak menyalakan petasan dan kembang api yang berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan.
Kapolres Pariaman juga mengingatkan pentingnya saling menghormati suasana sosial yang sedang dijalani masyarakat Sumatera Barat. Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat menjadi rujukan bersama, yang mengajak masyarakat mengisi malam tahun baru dengan kegiatan doa, zikir, dan renungan. Polres Pariaman mendukung penuh imbauan tersebut sebagai bagian dari menjaga ketenangan dan kebersamaan.
Pelaksanaan pengamanan pada Minggu, 28 Desember 2025, berlangsung tertib dan terkendali. Aktivitas wisata berjalan lancar, masyarakat menikmati waktu libur tanpa gangguan berarti, dan situasi kamtibmas tetap terjaga hingga malam hari.
Bagi Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi, keberhasilan pengamanan Nataru bukan diukur dari banyaknya tindakan, tetapi dari suasana yang terasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa polisi hadir untuk melayani, mendampingi, dan menjaga ruang publik agar tetap ramah bagi semua.
Melalui Operasi Lilin Nataru 2026, Polres Pariaman terus berupaya menghadirkan wajah Polri yang dekat dengan masyarakat. Dengan kerja bersama antara aparat dan warga, momen pergantian tahun diharapkan dapat dilalui dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Catatan Redaksi:
Polres Pariaman mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama libur Natal dan Tahun Baru, serta mematuhi imbauan yang disampaikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
TIM RMO








































