Dukung Ketahanan Pangan, Personel Brimob Sulteng Intensifkan Perawatan Tanaman Tomat dan Hidroponik

Biromaru – Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah tidak hanya fokus pada tugas pengamanan wilayah, tetapi juga aktif berkontribusi dalam program ketahanan pangan mandiri. Melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan mako, personel melaksanakan giat perawatan rutin terhadap tanaman tomat serta pengembangan sistem pertanian hidroponik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketersediaan pangan berkelanjutan yang dimulai dari lingkungan kerja kepolisian.

Dalam giat pagi ini, personel tampak antusias melakukan perawatan pada bedengan tanaman tomat. Perawatan meliputi pembersihan gulma, penggemburan tanah, hingga pemberian pupuk organik secara berkala. Teknik pemangkasan tunas air juga dilakukan agar nutrisi tanaman terfokus pada pembentukan buah, sehingga diharapkan dapat menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Dansat Brimob Polda Sulteng, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi personel tentang pentingnya kemandirian pangan.

“Perawatan tanaman tomat ini adalah wujud nyata pemanfaatan lahan agar lebih produktif. Hasilnya nanti tidak hanya bermanfaat bagi personel, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat sekitar bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari halaman sendiri dengan manajemen yang baik,” ujar Dansat Brimob.

Selain tanaman konvensional, Satbrimob Polda Sulteng juga mengembangkan sistem pertanian hidroponik. Personel secara teliti melakukan pengecekan kadar nutrisi air (TDS/PPM) dan memantau kebersihan instalasi pipa hidroponik. Berbagai jenis sayuran hijau tumbuh subur dengan metode ini, yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air namun tetap higienis.

“Teknologi hidroponik ini sangat cocok dikembangkan di area perkotaan. Kami memastikan setiap tanaman mendapatkan asupan nutrisi yang tepat agar pertumbuhannya optimal dan bebas dari hama tanpa menggunakan pestisida berlebih,” tambah beliau.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed