Padang Pariaman | Di tengah upaya bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menunjukkan komitmen kuat dalam memulihkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Melalui program strategis yang didukung penuh pemerintah pusat, langkah percepatan dilakukan untuk memastikan lahan-lahan sawah yang rusak segera kembali produktif.
Semangat percepatan ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. John Kenedy Azis menegaskan bahwa pemulihan lahan pertanian harus berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran agar petani tidak terlalu lama kehilangan sumber penghidupan mereka. Ia bahkan menargetkan penyelesaian program dalam waktu yang jauh lebih singkat dari rencana awal.
Melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Hendra Aswara, pemerintah daerah menyampaikan bahwa dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjadi energi tambahan dalam mempercepat proses pemulihan. Kehadiran program Optimasi Lahan dan Rehabilitasi Sawah dinilai sebagai langkah strategis yang sangat dinantikan masyarakat.
Program Optimasi Lahan atau Oplah menjadi fokus utama dalam penanganan lahan dengan kategori rusak ringan. Dengan total anggaran mencapai Rp2,45 miliar, program ini menyasar 446 hektare lahan sawah yang tersebar di berbagai wilayah terdampak. Setiap hektare mendapatkan alokasi sebesar Rp5,5 juta yang digunakan untuk perbaikan kondisi lahan, sistem irigasi, hingga pengolahan tanah.
Hingga pertengahan April 2026, progres pelaksanaan Oplah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pekerjaan konstruksi telah mencapai sekitar 70 persen atau setara 324 hektare lahan. Realisasi keuangan pun telah menyentuh angka Rp1,64 miliar, menandakan bahwa program ini berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Tidak hanya berhenti pada lahan rusak ringan, perhatian serius juga diberikan pada lahan dengan tingkat kerusakan sedang melalui program Rehabilitasi Lahan Sawah. Pemerintah pusat mengalokasikan tambahan luas 198 hektare melalui revisi DIPA yang disahkan pada Februari 2026, dengan total anggaran sebesar Rp2,85 miliar.
Penyaluran dana tahap awal untuk program rehabilitasi ini telah mulai dilakukan sejak awal April 2026. Dana tersebut langsung disalurkan ke rekening kelompok tani, dengan total realisasi mencapai Rp1,98 miliar yang mencakup 17 kelompok tani. Skema ini memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak tanpa perantara yang berpotensi menghambat proses.
Dalam memastikan kualitas pelaksanaan, pemerintah daerah juga menggandeng konsultan pengawas yang mulai bekerja sejak pertengahan April. Langkah ini diambil agar setiap proses pengerjaan di lapangan tetap sesuai standar dan menghasilkan output yang maksimal bagi para petani.
John Kenedy Azis menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal seluruh tahapan program ini hingga tuntas. Baginya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari serapan anggaran, tetapi dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani yang terdampak langsung oleh bencana.
Menariknya, seluruh program ini dilaksanakan melalui skema dana APBN dengan mekanisme Tugas Pembantuan. Dana disalurkan langsung dari kas negara ke rekening kelompok tani melalui sistem SP2D, sementara pelaksanaan di lapangan dilakukan secara swakelola. Pola ini dinilai lebih efektif, efisien, serta mampu mempercepat realisasi kegiatan.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan langsung kelompok tani, optimisme mulai tumbuh di tengah masyarakat. Lahan yang sebelumnya rusak perlahan kembali ditata, irigasi diperbaiki, dan harapan untuk kembali panen mulai terlihat nyata.
Di bawah kepemimpinan John Kenedy Azis, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus menunjukkan keseriusan dalam membangun kembali sektor pertanian. Upaya ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.
Langkah cepat dan terukur ini diharapkan mampu menjadi titik balik bagi kebangkitan sektor pertanian di Padang Pariaman. Dengan lahan yang kembali produktif, roda ekonomi petani pun diharapkan berputar kembali, membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat luas.
Wyndoee




















