Korps Brimob Polri melakukan upaya percepatan pemulihan infrastruktur pembangunan Jembatan Bailey pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 dan mengakibatkan akses vital hingga rumah warga rusak parah di wilayah Sumatera.
Dalam rangka memastikan pembangunan berjalan lancar dan aman, Kabaglog Rorenminops Korbrimob Polri Kombes Pol. Christiyanto Goetomo melakukan peninjauan langsung pembangunan Jembatan Bailey di wilayah Lembah Anai, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Rabu (11/2/2026).
Turut mendampingi Kabaglog Rorenminops Korbrimob yakni Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Para Pamen Korbrimob, Para Pejabat Utama Satbrimob Polda Sumbar serta perwakilan dari pihak HKI dan pemerintah daerah setempat.
Kabaglog Rorenminops Korbrimob bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB kemudian langsung melakukan pengecekan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah tersebut.
Pada kesempatan ini, Kabaglog Rorenminops Korbrimob menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk asistensi pascabencana sekaligus peninjauan langsung terhadap progres pembangunan dua unit Jembatan Bailey yang direncanakan akan segera diresmikan.
“Pembangunan jembatan darurat tersebut memiliki peran strategis dalam memulihkan kembali akses jalan nasional Lembah Anai yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah di Provinsi Sumatera Barat,” kata Kabaglog Rorenminops Korbrimob.
“Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan melalui penanganan longsoran, penguatan lereng, serta perbaikan badan jalan guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi geologis yang tidak stabil,” tambahnya.
Keberadaan Jembatan Bailey ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur jalan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang. Dengan pulihnya akses di kawasan Lembah Anai, distribusi logistik, bahan pokok, hasil pertanian, serta aktivitas perekonomian masyarakat di Sumatera Barat diharapkan kembali berjalan lancar.








































