NKRINEWS45. COM |
Yogyakarta — Di balik suksesnya kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India Yang Mulia (YM) Narendra Modi di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026), terdapat amanah besar yang diemban oleh jajaran Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Pengamanan VVIP di bawah pimpinan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., selaku Pangkogasgabpad.
Tugas jajaran Kogasgabpad dalam operasi super ketat ini bukan semata memastikan keamanan fisik dua kepala negara, melainkan menjaga kehormatan bangsa, menjamin wibawa negara, serta menghadirkan rasa aman demi keberhasilan diplomasi Indonesia di mata dunia. Seluruh rangkaian kegiatan bilateral tersebut berhasil berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan zero accident.
Sebagai Pangkogasgabpad PAM VVIP, Pangdam IV/Diponegoro memimpin pengendalian operasi pengamanan terpadu yang melibatkan sinergi kekuatan TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Di bawah satu komando, setiap elemen bergerak dalam irama yang sama untuk mengamankan seluruh rute pergerakan, objek vital, hingga kawasan penyangga. Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026), pengecekan akhir kesiapan operasi juga telah dilaksanakan secara langsung di lapangan guna memastikan personel, materiil, alutsista, serta mekanisme komando berjalan optimal sehingga setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan terukur.
Suasana hangat menyelimuti Candi Prambanan saat Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi bersama dengan PM Narendra Modi yang turut dimeriahkan oleh penampilan tari kebudayaan Ramayana, sebuah mahakarya seni khas pelataran Prambanan. Dalam agenda tersebut, PM Modi berkesempatan melaksanakan ritual peribadatan di area depan candi serta berdialog akrab dengan komunitas agama Hindu setempat. PM Modi menegaskan adanya kedekatan emosional warga India terhadap Candi Prambanan sebagai salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia dan warisan budaya dunia UNESCO.
Menggunakan kendaraan mobil golf, kedua kepala negara didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung kawasan cagar budaya untuk mendengarkan penjelasan sejarah sekaligus melihat rencana restorasi dan konservasi. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral melalui kerja sama Tahun Tagore–Dewantara 2026–2027 yang berfokus pada penguatan diplomasi budaya dan pendidikan.
Proyek renovasi besar ini merupakan bagian nyata dari 16 kesepakatan (Letter of Intent) antara pemerintah Indonesia dan India. Fokus proyek akan dititikberatkan pada rekonstruksi 224 Candi Perwara—candi-candi kecil yang mengelilingi candi utama—yang saat ini sebagian besar masih berupa bongkahan batu. Langkah strategis ini diambil sebagai akselerasi diplomasi budaya yang kuat, di mana sebelumnya pemerintah Indonesia baru berhasil merestorasi 6 dari 224 candi.
Keberhasilan mengawal jalannya pertemuan bilateral dua pemimpin negara di perbatasan wilayah Jateng-DIY ini menjadi bukti nyata atas disiplin, kesiapsiagaan, dan profesionalisme tinggi seluruh personel Satgas pengamanan di lapangan. Kelancaran agenda internasional di Candi Prambanan tersebut sekaligus merepresentasikan kemampuan jajaran Kogasgabpad Kodam IV/Diponegoro dalam melindungi tamu kehormatan, menjaga martabat bangsa, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap stabilitas keamanan Indonesia. (Pendam IV/Diponegoro).
Red-Spyd








































