Samarinda – Musibah kebakaran melanda kawasan pendidikan di Jalan Danau Toba, Kota Samarinda, tepatnya di area SMPN 2 Samarinda pada Rabu (01/04/2026) sore. Kobaran api pertama kali diketahui mulai membesar pada pukul 15.28 WITA, memicu kepanikan di sekitar lokasi. Merespons laporan tersebut, Tim Respon Bencana Batalyon B Pelopor Samarinda segera menerjunkan satu regu yang dipimpin oleh Bripka Raharjo. Personel baret biru tersebut langsung bergerak cepat menuju titik api untuk melakukan pengamanan lokasi serta membantu petugas pemadam kebakaran dan relawan dalam upaya pemadaman agar api tidak merembet ke gedung sekolah lainnya.
Dampak dari amukan si jago merah ini mengakibatkan kerugian materiil yang cukup signifikan, di mana satu unit bangunan SMPN 2 Kota Samarinda yang terdiri dari dua lantai hangus terbakar. Sebanyak delapan ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat peristiwa ini. Kendati demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam musibah tersebut karena kondisi sekolah sudah tidak ada aktivitas belajar mengajar yang padat. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang, namun dugaan sementara api dipicu oleh adanya arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi bangunan.
Kehadiran personel Batalyon B Pelopor di tengah situasi darurat ini memastikan proses evakuasi aset penting sekolah dan pemadaman jalur api dapat berjalan lebih teratur. Bripka Raharjo bersama tim juga melakukan sterilisasi area guna memberikan ruang gerak bagi armada pemadam kebakaran yang tiba di lokasi. Fokus utama tim adalah meminimalisir dampak kerusakan pada fasilitas pendidikan lainnya yang letaknya berdekatan, mengingat lokasi SMPN 2 berada di kawasan yang cukup padat. Sinergi antara Brimob, Damkar, dan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam mengendalikan situasi hingga dinyatakan kondusif beberapa jam kemudian.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan bencana di fasilitas publik merupakan prioritas utama dalam filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Sebagai sosok influencer dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Kalimantan Timur, beliau berpesan agar pengelola fasilitas umum lebih rutin melakukan audit instalasi listrik untuk mencegah kejadian serupa. “Kami hadir sebagai pelindung rakyat di setiap lini kehidupan, termasuk dalam mengawal keamanan sarana pendidikan. Teruslah mengabdi dengan ketulusan hati karena keselamatan masyarakat dan kelancaran pendidikan generasi bangsa adalah kehormatan bagi korps. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.







































