Melalui Sosialisasi, CV Samudra Beling Selaraskan Rencana Perluasan Usaha dengan Harapan Warga Mororejo yang bekerja nyaman dan lingkungan Aman

NKRINEWS45. COM |
Kendal – Upaya pengembangan usaha yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat menjadi fokus dalam kegiatan sosialisasi perluasan usaha CV Samudra Beling yang digelar di Aula Balai Desa, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan CV Samudra Beling, Dian, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal Prayogi, Kepala Desa Mororejo Kamal, serta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan. Forum ini menjadi ruang dialog antara perusahaan, pemerintah, dan warga guna membangun pemahaman bersama terkait rencana perluasan usaha.

Dalam sambutannya, Prayogi dari Dinas Lingkungan Hidup menekankan pentingnya komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan agar perusahaan terus melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara optimal, termasuk pengolahan air limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Agar pengusaha menjaga komitmen awal untuk selalu melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dengan baik. Air limbah harus diolah melalui IPAL, dan akan lebih baik lagi apabila hasil olahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Selain itu, Prayogi juga mengingatkan pentingnya penyediaan lahan parkir yang memadai agar aktivitas kendaraan operasional tidak mengganggu badan jalan maupun sempadan jalan yang digunakan masyarakat.

Kepada warga, ia menyampaikan apresiasi atas sikap masyarakat yang selama ini menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

“Masyarakat tetap menjadi kontrol sosial yang bijak dan baik, sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Dian selaku perwakilan CV Samudra Beling menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.

Menurutnya, perluasan lahan usaha dilakukan karena kapasitas gudang yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan operasional perusahaan.

“Kami sebagai pengusaha juga bagian dari masyarakat karena kami tinggal bersama masyarakat di sini. Tentu kami ingin pengembangan usaha ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkap Dian.

Ia menambahkan bahwa perluasan area usaha juga bertujuan menciptakan ruang kerja yang lebih nyaman bagi para karyawan, yang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar desa.

Menanggapi pertanyaan warga mengenai keberadaan saluran air di sekitar lokasi, Dian memastikan bahwa perusahaan tetap menjaga fungsi dan keberadaan saluran tersebut.

“Saluran tetap kami jaga keutuhannya. Saat ini sudah dilakukan pembangunan talut dan saluran tetap terbuka sehingga aliran air menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, Heri, salah seorang warga, menanyakan secara langsung mengenai batas perluasan lahan dan dampaknya terhadap saluran air yang berada di belakang area perusahaan.

Pertanyaan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Kepala Desa Mororejo, Kamal. Ia menerangkan bahwa saluran air tersebut pada awalnya merupakan inisiatif masyarakat pemilik lahan.

“Saluran air itu awalnya tidak ada. Saluran tersebut muncul atas inisiatif warga pemilik lahan. Karena secara fisik sekarang sudah ada saluran, maka dalam proses administrasi pertanahan, baik dari pemerintah daerah maupun BPN, keberadaan saluran tersebut ikut tergambar dalam dokumen,” jelas Kamal.

Selain membahas perluasan usaha, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur jalan yang semakin padat akibat aktivitas industri dan pertumbuhan kendaraan.

Salah seorang warga berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pelebaran jalan dari wilayah Kali Bendo yang melintasi Desa Mororejo.

“Jalan ini merupakan jalan kabupaten sekaligus jalur industri. Kami berharap dapat diperlebar agar lalu lintas lebih lancar dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana dialogis dan konstruktif. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan yang berkelanjutan.

Perluasan usaha tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan kapasitas ekonomi perusahaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, komitmen terhadap lingkungan, serta perhatian terhadap kebutuhan warga, pembangunan ekonomi diharapkan dapat berjalan seiring dengan terciptanya kesejahteraan dan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.(DheRoji_HM)

Red-Spyd

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed