NKRINEWS45. COM |
KENDAL – Masa purnabakti bukanlah titik henti, melainkan babak baru untuk tetap produktif dan mempererat persaudaraan. Semangat inilah yang diusung oleh Komunitas Pecinta Alam (KOMCAS) Boja. Meski mayoritas anggotanya berada dalam rentang usia 55 hingga 85 tahun, antusiasme mereka terbukti melampaui keterbatasan fisik.
Pada Minggu (01/02/2026), KOMCAS sukses menyelenggarakan agenda touring ke-10 bertajuk “Mengitari Gunung Merbabu”. Perjalanan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan ujian ketangguhan fisik dan komitmen kolektif dalam menjaga solidaritas.
Sebelum rombongan bertolak dari titik kumpul di Joglo Keboen Tampingan, Boja, aspek safety riding menjadi perhatian utama. Ketua 1 KOMCAS, Bapak Sri Aji, bersama Ketua 2, Bapak Agus Irianto, memimpin langsung pengarahan teknis guna memitigasi risiko di medan pegunungan yang menantang.
“Kami menekankan pentingnya etika berlalu lintas dan prinsip solidaritas. Parameter keberhasilan touring ini bukanlah kecepatan, melainkan keselamatan seluruh anggota hingga kembali ke rumah masing-masing,” tegas Agus Irianto.
KOMCAS kini menjadi fenomena sosial yang signifikan di Kabupaten Kendal. Meski tergolong komunitas baru, anggotanya telah tumbuh pesat dari puluhan hingga mencapai ratusan orang. Kekuatan utamanya terletak pada inklusivitas. Di sini, purnawirawan TNI-Polri, mantan pejabat pemerintahan, hingga warga sipil melebur tanpa sekat pangkat maupun status sosial.
Pada edisi touring kali ini, tercatat sebanyak 200 partisipan ikut serta, dengan dukungan armada 130 sepeda motor dan 3 unit mobil. Jalur menuju Cepogo, Boyolali, memberikan tantangan nyata saat hujan deras mengguyur tanjakan curam dan tikungan tajam, menguji fokus dan kerja sama tim.
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, rombongan tiba di Cafe Coger, Cepogo. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pemilik kafe, Bapak Triawan, yang merupakan purnawirawan TNI-AL sekaligus bagian dari keluarga besar KOMCAS.
“Kehadiran rekan-rekan adalah sebuah kehormatan. Inilah esensi KOMCAS: merajut silaturahmi dan menjaga kebahagiaan di hari tua,” ungkap Triawan di sela-sela jamuan dan hiburan musik yang telah disiapkan.
Lelah setelah menempuh puluhan kilometer seolah sirna saat para anggota bernyanyi dan bercengkerama. Suasana ini membuktikan bahwa kualitas hidup di masa tua dapat terjaga melalui lingkungan sosial yang positif.
Selain aspek fisik dan sosial, KOMCAS tetap berpijak pada nilai spiritual. Setiap kegiatan dimulai dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Abdul Mujib.
Bapak Ahmad Dahlan, salah satu anggota senior, menyatakan apresiasinya terhadap tata kelola organisasi. “Subhanallah, KOMCAS luar biasa. Mampu menghimpun berbagai profesi dalam satu visi keakraban yang solid. Manajemen kegiatannya sangat tertata dan bisa menjadi teladan bagi komunitas lain,” ujarnya.
Rombongan tiba kembali di Boja pada pukul 17.30 WIB dalam kondisi selamat dan lengkap. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan KOMCAS Boja sebagai simbol persaudaraan lintas batas di Kabupaten Kendal—sebuah pengingat bahwa hidup justru menemukan semangat barunya saat pengabdian formal berakhir.
Red-Spyd








































