NKRINEWS45. COM |
Demak – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Demak bersama Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan Kabupaten Demak menggelar inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check di Terminal Wisata Kadilangu, Kabupaten Demak, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung pada 2–15 Februari 2026.
Inspeksi dilakukan terhadap kendaraan angkutan umum guna memastikan kelayakan kendaraan dan kesiapan pengemudi sebelum beroperasi di jalan raya. Selain pemeriksaan teknis dan administrasi, petugas juga memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para sopir dan pemilik kendaraan.
Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaur Bin Ops) Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno, mengatakan ramp check menjadi langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan angkutan umum.
“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan dan pengemudinya memenuhi persyaratan. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas,” ujar Djoko.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan, meliputi STNK, SIM pengemudi, buku uji KIR, serta surat muatan. Pemeriksaan juga menyasar kondisi fisik kendaraan, seperti sistem pengereman, lampu, ban, klakson, wiper, kaca spion, kaca depan, lampu isyarat, reflektor, sistem kemudi dan suspensi, hingga potensi kebocoran oli atau bahan bakar.
Djoko menegaskan bahwa pemeriksaan tidak semata-mata bersifat penindakan, melainkan lebih mengedepankan pendekatan edukatif.
“Kami ingin membangun kesadaran para pengemudi bahwa kondisi kendaraan yang baik dan tertib administrasi sangat berpengaruh terhadap keselamatan di jalan. Jika ditemukan kekurangan, kami berikan imbauan dan edukasi,” katanya.
Selain itu, petugas juga mengingatkan pengemudi terkait kesesuaian muatan dengan kapasitas kendaraan serta tata cara pengangkutan yang aman dan benar. Menurut Djoko, kelebihan muatan masih menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Muatan harus sesuai dengan kapasitas kendaraan. Overload bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan,” ucapnya.
Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berpotensi menimbulkan korban fatal. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, serta pengawasan di lapangan.
Djoko menambahkan, adapun target operasi meliputi berbagai pelanggaran lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm standar, melawan arus, melebihi batas kecepatan, penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta kendaraan angkutan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
“Melalui kegiatan ramp check ini, kami berharap kesadaran pengemudi angkutan umum semakin meningkat sehingga dapat menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026,” pungkasnya.
Munthohar_Ershi
Red-Spyd








































