Depok – Suasana Aula Soemarto, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok, pada Jumat (24 April 2026), menjadi titik awal penguatan kapasitas dan mentalitas operasi personel Gegana. Pelatihan _Tactical Commander Course_ (TCC) Danden Gegana Satbrimob Polda se-Indonesia Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka oleh Dankorbrimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat.
Kegiatan ini diikuti oleh 107 personel Danden Gegana Satbrimob Polda se-Indonesia dan akan dilaksanakan selama 4 hari. Pelatihan ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran teknis, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat profesionalisme serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) sebagai fondasi utama keberhasilan operasi.
Pelaksanaan TCC ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika tugas Korps Brimob Polri dalam menghadapi Gangguan Kamtibmas Intensitas Tinggi (GKIT), yang menuntut kesiapsiagaan, ketepatan tindakan, serta kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan terukur di lapangan.
Dalam amanatnya, Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa Pasukan Gegana tidak dibentuk untuk sekadar tampil, melainkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kompleks yang tidak dapat ditangani oleh satuan lain. Oleh karena itu, setiap rencana operasi harus dipahami sebagai pedoman utama dalam menjamin keselamatan dan keberhasilan tugas.
“Rencana operasi bukan sekadar coretan di atas kertas, tetapi merupakan panduan keselamatan dan keberhasilan. Rencana yang baik hanya akan menjadi optimal apabila dieksekusi dengan disiplin tanpa celah,” tegas Dankorbrimob.
Komjen Ramdani juga mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan SOP. Improvisasi di lapangan diperbolehkan sepanjang bertujuan memperkuat rencana, bukan menggantikannya.
Penekanan khusus diberikan pada aspek teknis, terutama bagi unit Jibom (Penjinakan Bom) dan KBRN (Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir) yang memiliki tingkat risiko tinggi dan membutuhkan ketelitian serta disiplin ekstra dalam menghadapi potensi ancaman intensitas tinggi.
Kepada personel Jibom, Dankorbrimob menegaskan pentingnya pengecekan menyeluruh terhadap seluruh peralatan, mulai dari disruptor, X-ray, hingga sistem robotika. Setiap tahapan _render safe procedure_ harus dilaksanakan secara cermat tanpa kesalahan.
“Kecepatan adalah bonus, tetapi ketepatan adalah kewajiban. Kalian bekerja dengan material yang tidak mengenal toleransi terhadap kesalahan,” ujar Komjen Pol. Ramdani Hidayat.
Sementara itu, kepada unit KBRN, Dankorbrimob Polri mengingatkan bahwa ancaman yang dihadapi kerap tidak kasatmata, sehingga disiplin terhadap prosedur menjadi kunci utama keselamatan dalam penanganan situasi.
“Pastikan seluruh sensor dikalibrasi ulang dan tidak mengabaikan protokol dekontaminasi. Disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri adalah kunci agar personel dapat kembali dengan selamat,” pesannya.
Selain aspek teknis, keberhasilan operasi juga ditentukan oleh komunikasi dan rantai komando yang efektif. Ia menekankan pentingnya arus informasi yang cepat, tepat, dan terstruktur, serta penggunaan komunikasi radio secara disiplin—singkat, padat, dan jelas.
Lebih lanjut, Dankorbrimob menegaskan pentingnya sinergi antar unit sebagai satu kesatuan yang utuh. Unit Jibom, KBRN, dan Wanteror diharapkan mampu bekerja secara terpadu dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman GKIT di lapangan.
Menutup amanatnya, Dankorbrimob mengingatkan, “Masyarakat menaruh harapan besar pada seragam yang kalian kenakan. Laksanakan tugas sesuai rencana, pulang dengan kepala tegak, dan berikan hasil terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Pembukaan pelatihan TCC ini turut dihadiri oleh Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Karorenminops Korbrimob Brigjen Pol. Yuri Karsono, Danpas Gegana Brigjen Pol. Mulyadi, Danpas Pelopor Brigjen Pol. Gatot Mangkurat, Danpas Brimob I Brigjen Pol Anang Sumpena dan Danpas Brimob II Brigjen Pol Arif Budiman. Turut hadir para pejabat teknis, yakni Teknisi KBRN Utama Tk I Irjen Pol. Almas W. Kolopaking, Teknisi KBRN Utama Tk I Irjen Pol. Rudy Harianto, Teknisi Jibom Utama Tk I Irjen Pol. Suhendri, Teknisi Jibom Utama Tk II Brigjen Pol. Agustri Heriyanto, Teknisi KBRN Utama Tk II Brigjen Pol. Pradah Pinunjul, serta Teknisi KBRN Utama Tk II Brigjen Pol. Christiyanto Goetomo, beserta para Pejabat Utama dan Pamen jajaran Korbrimob Polri.
Dengan semangat tersebut, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan Komandan Gegana yang profesional, adaptif, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi situasi berisiko tinggi.
Gegana! Berani, Tulus, Ikhlas!








































