Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya Hadir di tengah hiruk-pikuk tenda pengungsian akibat kebakaran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat,

Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya Hadir di tengah hiruk-pikuk tenda pengungsian akibat kebakaran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Turun langsung membagikan bubur kacang hijau hangat dan susu kotak kepada pengungsi sebagai wujud kepedulian sosial yang tulus. Aksi ini bukan sekadar memberikan asupan fisik, tetapi juga menyalurkan semangat bagi ratusan warga yang kini menatap hidup dari tenda darurat.

Dansat Brimob, Kombes Henik Maryanto, menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini menyasar kebutuhan fisik sekaligus psikologis. “Kehadiran personel bertujuan meringankan beban psikologis dan fisik warga pascabencana,” ujarnya. Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Eko Supriyanto, memimpin langsung kegiatan tersebut dengan memastikan setiap pengungsi memperoleh jatah makanan bergizi. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mereka tidak terbatas pada evakuasi atau pengamanan, tetapi juga menjaga stamina warga melalui bubur kacang hijau dan susu kotak.

Tidak berhenti pada pemenuhan gizi, Brimob Polda Metro Jaya menggandeng psikolog dari Biro SDM Polda Metro Jaya untuk menggelar sesi trauma healing. Kegiatan ini bertujuan memulihkan kondisi emosional dan psikologis korban, khususnya anak-anak dan lansia. Tawa dan keceriaan mulai terlihat kembali di pengungsian saat sesi berlangsung.

Kegiatan ini mencerminkan peran Polri sebagai sahabat masyarakat, hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan tetapi juga dalam mendukung pemulihan warga terdampak musibah. Kompol Eko menegaskan, “Kami berupaya membantu dan menguatkan warga yang terdampak kebakaran. Semoga bantuan sederhana ini dapat meringankan beban para korban.” Kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian nyata, memperkuat ikatan sosial, dan memberikan harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi ujian berat.

Dengan langkah nyata ini, Brimob Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya sebatas tugas profesional, melainkan juga panggilan kemanusiaan yang menenangkan hati dan membangun kembali semangat hidup pengungsi. Kegiatan ini menjadi teladan sinergi antara keamanan dan kemanusiaan, menghadirkan harapan di tengah duka akibat bencana.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed