Jakarta – Suasana malam di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, tetap terasa tenang ketika sebagian warga beristirahat.
Di balik ketenangan itu, kehadiran Posko Jaga Jakarta yang diisi personel Polsek Jatinegara menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga. Pada Minggu malam, 29 Maret 2026, aparat kepolisian bergerak aktif menyisir sejumlah titik rawan guna mencegah potensi tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya.
Kegiatan diawali dengan apel di halaman Kantor Kelurahan Bali Mester yang dipimpin Wakapolsek Jatinegara AKP M. Subali.
Sebanyak sepuluh personel kemudian diterjunkan untuk melakukan patroli mobile ke berbagai lokasi yang dinilai rawan, mulai dari kawasan Kampung Melayu, TPU Kober, Jembatan Serong, hingga area pintu tol dan pemukiman warga.
Selama patroli berlangsung, petugas mendapati sekelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam. Dengan pendekatan humanis, mereka dibubarkan dan diberikan imbauan agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik.
Polisi juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga yang ditemui, mengajak masyarakat untuk bersama menjaga keamanan lingkungan.
Hingga dini hari, situasi wilayah hukum Polsek Jatinegara terpantau aman dan kondusif. Keberadaan Posko Jaga Jakarta menjadi simbol kesiapsiagaan aparat dalam memberikan perlindungan sekaligus membangun rasa aman di tengah masyarakat.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah. Ia menekankan bahwa kehadiran polisi bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, khususnya pada malam hari yang memiliki potensi kerawanan lebih tinggi. Personel kami akan terus hadir melalui Posko Jaga Jakarta dan patroli rutin untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu tawuran, tidak berkumpul tanpa tujuan jelas hingga larut malam, serta segera melapor kepada pihak kepolisian jika menemukan hal mencurigakan.
Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga aktivitas warga dapat berjalan dengan tenang tanpa rasa khawatir.








































