Jakarta – Polsek Makasar menggelar apel dan patroli skala sedang sebagai langkah tegas Satgas Anti Tawuran dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Makasar, Senin (23/2/2026) malam.
Apel digelar pukul 23.00 WIB di Mako Polsek Makasar, Jakarta Timur, dipimpin Panit Reskrim IPDA Suyamto. Kegiatan dilanjutkan patroli mobile menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, balap liar, kejahatan jalanan, serta potensi tawuran warga.
Personel bergerak menyusuri jalur strategis mulai dari Jalan Raya Pondok Gede, Jalan SMU 48, Jalan Pusdiklat Depnaker, Jalan Kerja Bhakti Pasar Embrio, Jalan Squadron, Jalan Komodor Halim, Jalan Cililitan Besar, Jalan Raya Protokol Halim, Jalan Letjen Sutoyo Cawang Interchange hingga Jalan Pintu 2 Taman Mini.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Tamini Square dan Masjid At-Tin di Kelurahan Pinang Ranti, serta titik rawan tawuran di Cipinang Melayu, Makasar, dan Kebon Pala termasuk Posko Terpadu Jaga Jakarta.
Patroli dilaksanakan secara dialogis dan humanis dengan menyambangi warga serta memberikan imbauan langsung kepada kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam. Kehadiran polisi di lapangan menjadi langkah preventif guna menekan potensi curas, curat, curanmor, dan aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.
Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, menegaskan bahwa Satgas Anti Tawuran akan terus meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan wilayah.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku tawuran maupun kejahatan jalanan. Kegiatan patroli ini adalah langkah nyata untuk memastikan masyarakat merasa aman. Setiap potensi gangguan akan kami tindak secara tegas dan terukur sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Kompol Sumardi.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari. Menurutnya, pencegahan tidak bisa dilakukan oleh kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Kapolsek mengimbau warga Kecamatan Makasar agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi tawuran, provokasi di media sosial, maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta untuk tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan.
Hingga patroli berakhir, situasi wilayah Kecamatan Makasar terpantau aman dan kondusif. Kehadiran Satgas Anti Tawuran diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi peringatan tegas bagi pihak-pihak yang berniat mengganggu ketertiban umum.


























