PADANG PARIAMAN | Pergantian Camat Padang Sago bukan sekadar seremoni pergantian pejabat, melainkan momentum untuk menguji sejauh mana pemerintahan benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyampaikan pesan tegas saat serah terima jabatan Camat Padang Sago dari Zarmiati kepada Firmansyah, Selasa (27/10/2026). Ia mengingatkan bahwa seorang camat tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi harus turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan, memahami persoalan, dan menghadirkan solusi nyata bagi warga.
Hendra menyampaikan apresiasi kepada Zarmiati atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas. Kepada Firmansyah, ia berpesan agar segera beradaptasi, membangun komunikasi, serta merangkul seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Menurutnya, kesinambungan program pembangunan harus tetap dijaga, sementara kekurangan dalam pelaksanaan pemerintahan sebelumnya perlu dijadikan bahan evaluasi. Pergantian kepemimpinan harus menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan, bukan sekadar perubahan nama pejabat di kursi jabatan.
Pesan paling penting yang ditekankan Hendra adalah pelayanan publik harus cepat, mudah, transparan, adil, dan tanpa diskriminasi. Masyarakat membutuhkan kepastian informasi, keramahan aparatur, serta penyelesaian urusan administrasi tanpa prosedur yang berbelit-belit. Camat memiliki posisi strategis sebagai penghubung pemerintah kabupaten dengan masyarakat di tingkat kecamatan. Karena itu, Firmansyah dituntut mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Padang Sago.
Tidak hanya soal administrasi, Hendra juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, wali nagari, Forkopimca, dan seluruh unsur terkait. Pengelolaan keuangan, pelaksanaan pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat harus berjalan tertib, efektif, dan sesuai ketentuan. Potensi lokal, terutama sektor pertanian, perdagangan, dan UMKM, juga diminta mendapat perhatian serius. Pembangunan tidak boleh hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi harus mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Hendra turut mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dan keamanan lingkungan dengan melibatkan tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mufakat. Pesan ini menjadi penting karena keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan seorang camat, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat, kekompakan aparatur, serta partisipasi aktif warga dalam pembangunan. Firmansyah diharapkan mampu membangun kepemimpinan yang terbuka, dekat dengan masyarakat, dan responsif terhadap persoalan nagari.
Kini, amanah kepemimpinan berada di tangan Firmansyah. Masyarakat tentu menantikan pembuktian atas pesan yang disampaikan Sekda, mulai dari kualitas pelayanan di kantor kecamatan hingga kehadiran langsung di tengah kehidupan warga. Sebab, ukuran keberhasilan seorang camat bukan seberapa sering menghadiri kegiatan resmi, melainkan seberapa banyak persoalan masyarakat yang mampu diselesaikan. Jabatan adalah amanah pengabdian. Pemerintahan yang baik bukan pemerintahan yang membuat masyarakat sulit menemui pejabatnya, tetapi pemerintahan yang hadir, mendengar, melayani, dan bekerja untuk rakyat.
Zakirman




















