Bhakti Nala Yudha
Jakarta, 12 Mei 2026
Komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan ekonomi serta melindungi sumber daya alam nasional kembali dibuktikan melalui keberhasilan Komando Komando Daerah TNI Angkatan Laut III (Kodaeral III) bersama tim gabungan dalam menggagalkan upaya penyelundupan kurang lebih 16 ton pasir timah ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Senin (11/5).
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M., yang diwakili Wakil Komandan Kodaeral III Brigjen TNI (Mar) Dian Suryansyah, S.T., M.Tr.Hanla., M.M., menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan di Lounge RI Matjan Tutul, Mako Komando Armada Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).
Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, mewakili Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin Konferensi pers dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, beserta pimpinan instansi terkait dan jajaran Koarmada RI melalui video conference.
Dalam penjelasannya disampaikan bahwa keberhasilan penggagalan penyelundupan pasir timah ilegal tersebut merupakan bagian dari rangkaian keberhasilan TNI AL khususnya jajaran Koarmada RI dalam mengamankan berbagai tindak pelanggaran hukum di laut sepanjang Januari hingga Mei 2026, di antaranya penyelundupan pasir timah, narkotika, benih bening lobster (BBL), serta berbagai komoditas ilegal lainnya yang berpotensi merugikan negara.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen terkait aktivitas pengiriman pasir timah ilegal melalui jalur laut di wilayah PIK 2.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI AL Kodaeral III, Satintelmar Pusintelal, Bais TNI, Kementerian ESDM, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, KSOP Tanjung Priok dan PT Pelindo melaksanakan pendalaman serta pengawasan di lokasi yang dicurigai. Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa kurang lebih 16 ton pasir timah ilegal beserta pihak-pihak yang diduga terlibat.
Operasi ini tidak hanya menyelamatkan potensi kerugian negara, namun juga menjadi implementasi nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam Indonesia.
Pada kesempatan terpisah, Dankodaeral III menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur terkait atas keberhasilan operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama, koordinasi dan pertukaran informasi intelijen yang berjalan efektif antar instansi.
“Keberhasilan prajurit Jalasena ini merupakan bukti nyata sinergitas dan respons cepat antar unsur terkait dalam menjaga wilayah maritim Indonesia dari berbagai praktik ilegal yang merugikan negara. TNI AL bersama seluruh stakeholder akan terus berkomitmen memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia,” ujar Dankodaeral III.
Saat ini, barang bukti dan pihak terkait telah diamankan guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan penyelundupan yang terlibat.
(Dispen Kodaeral III)




















