Tim Asistensi Korbrimob Polri Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh Utara

Guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada November 2025, serta mengakibatkan sejumlah jembatan terputus di beberapa titik wilayah Aceh, Tim Asistensi Korbrimob Polri melanjutkan tugas pengawasan dan pendampingan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah hukum Polda Aceh. Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut Dipimpin oleh Teknisi KBRN Utama TK. I Korbrimob Polri Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, didampingi Dansatbrimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, Teknisi Jibom Madya Tk. III Korbrimob Polri Kombes Pol. Mada Ramadita, Pamin Dalpers SiSdm Mako Pas Pelopor Korbrimob Polri AKP. Wuryanto, para Pejabat Pemerintah Aceh, serta para personel Polri yang terlibat.

Kegiatan diawali dengan pemberangkatan tim menuju Mapolda Aceh dan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, sebagai bentuk koordinasi serta penguatan sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jembatan Bailey di wilayah terdampak.

Selanjutnya, tim melaksanakan kunjungan ke Satbrimob Polda Aceh sebelum bertolak menuju lokasi pembangunan jembatan Bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Di lokasi pertama, tim melakukan pengecekan langsung terhadap progres pekerjaan serta memberikan pendampingan teknis, khususnya terkait penambahan tenaga pembangunan, proses loading material, metode perakitan jembatan, hingga pengecekan lokasi pengecoran pondasi.

Kegiatan berlanjut ke lokasi kedua di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pada titik ini, tim memberikan asistensi terhadap pekerjaan perakitan bekisting pondasi serta metode perakitan jembatan menggunakan sistem kantilever dengan mempertimbangkan efektivitas waktu penyelesaian.

Melalui kegiatan asistensi ini, Korbrimob Polri menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis guna membuka kembali akses masyarakat serta memperkuat konektivitas wilayah di Provinsi Aceh.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *