Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman KBRN, Gegana Brimob Gorontalo Asah Kemampuan Evakuasi, Dekontaminasi, dan Identifikasi Barang Bukti
Penguasaan kemampuan menghadapi ancaman Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) terus menjadi perhatian Satuan Brimob Polda Gorontalo. Sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai potensi ancaman berisiko tinggi, personel Detasemen Gegana melaksanakan Latihan Keterampilan Perorangan (Latharpuan) KBRN pada Kamis (16/7/2026).
Latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan yang bertujuan untuk menjaga sekaligus meningkatkan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, khususnya penanganan insiden yang melibatkan bahan berbahaya KBRN.
Dalam pelaksanaannya, personel menerima materi teori sekaligus praktik lapangan yang mencakup teknik evakuasi korban, dekontaminasi personel dan korban, pengumpulan barang bukti, hingga deteksi serta identifikasi barang bukti yang diduga mengandung bahan berbahaya. Seluruh tahapan latihan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan standar operasional prosedur (SOP), ketelitian, serta aspek keselamatan personel.
Materi evakuasi difokuskan pada kemampuan menyelamatkan korban dari zona berbahaya secara cepat, tepat, dan aman. Setelah proses evakuasi, personel melaksanakan prosedur dekontaminasi guna menghilangkan atau meminimalkan paparan zat berbahaya sebelum korban maupun petugas memasuki area aman.
Tidak hanya itu, kemampuan dalam mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga terus diasah melalui latihan pengumpulan barang bukti sesuai prosedur forensik. Personel kemudian melakukan deteksi dan identifikasi menggunakan peralatan khusus KBRN guna memastikan jenis ancaman yang dihadapi, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara efektif, akurat, dan sesuai standar.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa kemampuan KBRN merupakan salah satu kompetensi khusus yang harus terus dipelihara oleh personel Gegana.
> “Ancaman KBRN merupakan ancaman yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga membutuhkan personel yang terlatih, disiplin, dan profesional. Melalui latihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, saya berharap setiap personel Detasemen Gegana mampu meningkatkan kemampuan teknis, memahami setiap prosedur penanganan, serta selalu siap memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat dalam setiap situasi yang membutuhkan penanganan khusus,” ujar Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K.
Melalui latihan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, Satuan Brimob Polda Gorontalo terus berkomitmen mencetak personel Gegana yang profesional, responsif, dan siap menghadapi berbagai ancaman KBRN, sebagai wujud nyata pengabdian Polri dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.








































