PADANG | Upaya menjaga kondusivitas Pelabuhan Teluk Bayur terus dilakukan Ketua FSPTI–SPSI Kota Padang, Zakiruddin. Dari ruang kerjanya, Sabtu 24 Januari 2026, ia menegaskan komitmennya untuk merawat stabilitas pelabuhan melalui dialog, komunikasi, serta sinkronisasi lintas pemangku kepentingan.
“Saya sudah safari dan menjumpai ke semua stakeholder di pelabuhan, dan mereka semua mendukung upaya saya untuk mensingkronkan dan mendinginkan suasana di area pelabuhan,” kata Zakiruddin kepada awak media.
Pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu simpul vital perekonomian Sumatera Barat yang menuntut suasana aman, tertib, dan kondusif. Padatnya aktivitas bongkar muat serta keterlibatan banyak pihak menjadikan kawasan ini membutuhkan pengelolaan hubungan kerja yang berbasis komunikasi dan kepastian aturan.
Kesadaran akan pentingnya stabilitas itulah yang mendorong Zakiruddin untuk aktif turun ke lapangan. Ia tidak hanya menyampaikan pandangan di forum formal, tetapi juga membangun dialog langsung guna menyerap aspirasi sekaligus meredam potensi gesekan.
Bagi Zakiruddin, menjaga ketertiban pelabuhan bukan sekadar soal penegakan aturan, melainkan membangun rasa saling percaya. Menurutnya, suasana aman dan nyaman hanya dapat tercipta jika seluruh unsur memahami peran, kewenangan, dan tanggung jawab masing-masing.
Melalui safari komunikasi yang dilakukan secara intensif, Zakiruddin menjumpai hampir seluruh stakeholder di Pelabuhan Teluk Bayur. Ia mendengarkan aspirasi buruh, koperasi, dan pihak terkait lainnya, sembari menegaskan komitmen FSPTI–SPSI untuk menjaga stabilitas bersama.
Dalam salah satu dialog penting, Zakiruddin menyampaikan pandangannya secara langsung kepada Kepala Dinas Koperasi Kota Padang, Fauzan Ibnovi, ST, MSI. Pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan konstruktif, membahas persoalan kewenangan serta mekanisme kerja di kawasan pelabuhan.
Zakiruddin menegaskan bahwa secara regulasi, Dinas Koperasi Kota Padang tidak memiliki kewenangan untuk membagi pekerjaan di Pelabuhan Teluk Bayur. Atas dasar itu, langkah Dinas Koperasi yang mengambil peran sebagai mediator dinilai tidak efektif dan mendapat penolakan dari sebagian pihak di lapangan.
Meski demikian, Zakiruddin tetap mengapresiasi kehadiran Fauzan Ibnovi, ST, MSI dalam dialog tersebut. Ia menilai komunikasi lintas instansi tetap penting selama masing-masing pihak menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Zakiruddin menekankan bahwa pembagian pekerjaan di pelabuhan paling tepat dilakukan oleh APBMI. Hal ini karena APBMI merupakan pihak yang memberikan pekerjaan kepada Koperasi TKBM, sehingga memiliki legitimasi dan kewenangan dalam pengaturan kerja.
Menurutnya, kejelasan peran APBMI sangat penting untuk mencegah potensi konflik antar tenaga kerja. Mekanisme pembagian kerja yang transparan dan berlandaskan aturan diyakini mampu menjaga stabilitas hubungan kerja di pelabuhan.
Dalam pembagian pekerjaan tersebut, Zakiruddin menegaskan perlunya berpedoman pada PMKU yang diterbitkan oleh KSOP serta penilaian koperasi yang dikeluarkan oleh Dinas terkait, khususnya poin-poin yang menyangkut TKBM.
Selain pembagian kerja, Zakiruddin juga menyoroti penertiban TKBM yang memiliki akses ke dermaga. Ia menegaskan bahwa penertiban tersebut seharusnya menjadi kewenangan KSOP dan Pelindo sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Penertiban dapat dilakukan melalui pemanfaatan aplikasi SIMON TKBM sebagai sistem pengawasan digital. Di samping itu, penertiban manual juga dapat diterapkan dengan melibatkan tenaga sekuriti atau keamanan di gerbang dermaga Pelindo.
Pendekatan yang ditempuh Zakiruddin mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh dan keberlangsungan operasional pelabuhan. Ia memandang Pelabuhan Teluk Bayur sebagai wajah Kota Padang yang harus dijaga stabilitas dan citranya.
Langkah-langkah Zakiruddin ini sejalan dengan semangat program unggulan Pemerintah Kota Padang, khususnya Padang Amanah dan Padang Sigap, yang menekankan kepastian aturan, dialog terbuka, serta kesiapsiagaan.
Dengan komunikasi yang terus terjaga dan dukungan seluruh stakeholder, Zakiruddin berharap Pelabuhan Teluk Bayur ke depan tetap menjadi kawasan kerja yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kota Padang.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan keterangan langsung Ketua FSPTI–SPSI Kota Padang, Zakiruddin, yang disampaikan kepada awak media di ruang kerjanya pada Sabtu 24 Januari 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
TIM RMO







































