Mataram, 23/3 (Senin) — Insiden kesalahpahaman antarpemuda terjadi di perbatasan Kelurahan Pagutan Presak dan Kelurahan Petemon, Kota Mataram, yang sempat memicu ketegangan pada Minggu malam (22/3).
Peristiwa bermula dari insiden di Jalan Bung Karno saat pasangan suami istri asal Petemon diduga dipepet oleh pengendara lain. Kesalahpahaman tersebut berlanjut menjadi cekcok hingga terjadi aksi pemukulan dan pengeroyokan terhadap salah satu warga.
Aparat kepolisian dari Polsek Mataram kemudian mengamankan sejumlah terduga pelaku serta melakukan upaya mediasi dengan menghadirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua wilayah. Namun, proses mediasi belum mencapai kesepakatan sehingga situasi sempat memanas.
Ketegangan meningkat saat sekelompok warga melakukan aksi penyerangan dan perusakan terhadap rumah warga di perbatasan, termasuk pelemparan batu dan pembakaran gerobak milik warga. Aparat gabungan segera diterjunkan untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Personel pengamanan disiagakan di lokasi untuk melakukan pengendalian massa, patroli, serta langkah preventif guna meredam situasi. Hingga dini hari, aparat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
Dansatbrimob Polda NTB, Kombes. Pol. Dwi Yanto Nugroho S.I.K., M.Han., menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Kami bersama jajaran kepolisian terus melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi guna memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah terjadinya aksi susulan,” ujarnya. (red)
Pada Senin (23/3) dini hari, situasi di perbatasan Kelurahan Pagutan Presak dan Kelurahan Petemon terpantau berangsur kondusif dan aman terkendali, meskipun personel masih disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.




















